<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>APK Kebun Bah Jambi Arsip - LIVESUMUT.com</title>
	<atom:link href="https://livesumut.com/tag/apk-kebun-bah-jambi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://livesumut.com/tag/apk-kebun-bah-jambi/</link>
	<description>&#34;Mengungkap Informasi &#38; Inspirasi&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Sep 2025 09:57:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://livesumut.com/wp-content/uploads/2025/09/1002442469-removebg-preview-1-80x80.png</url>
	<title>APK Kebun Bah Jambi Arsip - LIVESUMUT.com</title>
	<link>https://livesumut.com/tag/apk-kebun-bah-jambi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inkonsistensi Keterangan APK Kebun Bah Jambi Terkait Kematian Boni Marantika</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/09/24/inkonsistensi-keterangan-apk-kebun-bah-jambi-terkait-kematian-boni-marantika/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/09/24/inkonsistensi-keterangan-apk-kebun-bah-jambi-terkait-kematian-boni-marantika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 09:43:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[APK Kebun Bah Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Kematian Tidak Wajar]]></category>
		<category><![CDATA[Unit Kebun Bah Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=10392</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simalungun, LIVESUMUT.com &#124; Dugaan kematian tak wajar di...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/09/24/inkonsistensi-keterangan-apk-kebun-bah-jambi-terkait-kematian-boni-marantika/">Inkonsistensi Keterangan APK Kebun Bah Jambi Terkait Kematian Boni Marantika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Simalungun, LIVESUMUT.com | </strong>Dugaan kematian tak wajar di kawasan PTPN IV Kebun Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, menimbulkan tanda tanya besar setelah munculnya perbedaan keterangan dari pihak perkebunan dengan keluarga korban.</p></blockquote>
<p>Informasi awal yang diperoleh wartawan salah satu media di Simalungun menyebut, korban bernama Boni Marantika (41) sempat dilarikan ke RS Harapan Siantar sekitar pukul 03.00 WIB.</p>
<p>Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Asisten Perkebunan (APK) Kebun Bah Jambi, Vincent Nadeak, melalui pesan WhatsApp yang diterima wartawan tersebut, Senin (22/9/2025).</p>
<p>“RS Harapan, kejadian Pukul 03.00 tadi pagi” jelas Vincent.</p>
<p>Namun keterangan itu berbeda dengan penuturan pihak keluarga korban.</p>
<p>Suparjo, paman korban, menyebut keponakannya sempat dibawa ke RS Tiara, Jalan Menambin, Siantar Barat sekitar pukul 04.00 WIB.</p>
<p>“Keponakan saya (korban) sempat dibawa ke rumah sakit Tiara Siantar bang jam 4 subuh, dan sesampai disana dia dinyatakan tak bernyawa,” ungkap Suparjo.</p>
<p>Saat dikonfirmasi ulang LIVESUMUT.com pada Rabu (24/9/2025), Vincent Nadeak kemudian merevisi keterangannya.</p>
<p>Ia menyebut informasi korban dibawa ke RS Harapan didapat dari anggotanya, sebab saat kejadian dirinya sedang berada di Medan.</p>
<p>“Ke rumah sakit Tiara pak. Yang ke rumah sakit Harapan itu informasi dari anggota saya. Karena saat itu saya sedang di Medan,” jelas Vincent.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa ini bermula ketika korban bersama dua rekannya melakukan aksi pencurian buah sawit di area PTPN IV Kebun Bah Jambi.</p>
<p>Aksi tersebut dipergoki pengawas perkebunan.</p>
<p>Korban berusaha melarikan diri namun berhasil ditangkap, sementara dua rekannya kabur.</p>
<p>Korban kemudian dibawa ke RS Tiara dalam kondisi lemas.</p>
<p>Setibanya di rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Namun pihak keluarga menduga adanya kejanggalan.</p>
<p>Mereka menyebut terlihat lebam pada mata korban serta darah keluar dari hidungnya.</p>
<p>Atas hal itu, keluarga resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tanah Jawa untuk meminta tindakan autopsi.</p>
<p>Publik berharap agar penyidikan dilakukan secara transparan demi menghindari munculnya spekulasi negatif di tengah masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/09/24/inkonsistensi-keterangan-apk-kebun-bah-jambi-terkait-kematian-boni-marantika/">Inkonsistensi Keterangan APK Kebun Bah Jambi Terkait Kematian Boni Marantika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/09/24/inkonsistensi-keterangan-apk-kebun-bah-jambi-terkait-kematian-boni-marantika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
