<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PUPR Arsip - LIVESUMUT.com</title>
	<atom:link href="https://livesumut.com/tag/pupr/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://livesumut.com/tag/pupr/</link>
	<description>&#34;Mengungkap Informasi &#38; Inspirasi&#34;</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Dec 2024 07:01:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://livesumut.com/wp-content/uploads/2025/09/1002442469-removebg-preview-1-80x80.png</url>
	<title>PUPR Arsip - LIVESUMUT.com</title>
	<link>https://livesumut.com/tag/pupr/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Bhakti PUPR ke-79: Petani Mengeluh, Infrastruktur Belum Dukung Swasembada Pangan</title>
		<link>https://livesumut.com/2024/12/04/hari-bhakti-pupr-ke-79-petani-mengeluh-infrastruktur-belum-dukung-swasembada-pangan/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2024/12/04/hari-bhakti-pupr-ke-79-petani-mengeluh-infrastruktur-belum-dukung-swasembada-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2024 06:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Program Swasembada Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[PUPR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=1758</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medan, LIVESUMUT.com &#8211; Peringatan Hari Bhakti Dinas Pekerjaan...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2024/12/04/hari-bhakti-pupr-ke-79-petani-mengeluh-infrastruktur-belum-dukung-swasembada-pangan/">Hari Bhakti PUPR ke-79: Petani Mengeluh, Infrastruktur Belum Dukung Swasembada Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Medan, LIVESUMUT.com &#8211; Peringatan Hari Bhakti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara ke-79 yang jatuh pada Selasa (3/12/2024) menjadi sorotan karena belum mampu mendukung program swasembada pangan bagi petani, khususnya di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.</p></blockquote>
<p>Dalam momen peringatan ini, pembangunan infrastruktur oleh Dinas PUPR dinilai masih jauh dari harapan, terutama dalam mendukung kebutuhan para petani.</p>
<p>Tahun 2023-2024 mencatatkan kinerja yang buruk, di mana berbagai permasalahan infrastruktur, seperti tidak adanya perawatan dan pembangunan bendungan permanen, terus menjadi keluhan utama petani di daerah tersebut.</p>
<p>Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045, dengan salah satu cita-citanya adalah swasembada pangan yang didukung oleh pembangunan infrastruktur.</p>
<p>Namun, implementasi di lapangan masih belum sesuai dengan tujuan tersebut.</p>
<p>Saat dikonfirmasi terkait keluhan ribuan petani di Bendungan Bandar Sidoras, Desa Cinta Dame, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) PUPR memilih untuk tidak berkomentar.</p>
<p>&#8220;Jangan itulah bang, kalau bisa tanya terkait ulang tahun kita aja biar lebih meriah,&#8221; ungkap Brawijaya kepada awak media.</p>
<p>Brawijaya, yang merupakan pejabat baru di Kementerian PUPR, diduga tidak mengetahui keluhan petani terkait kondisi Bendungan Bandar Sidoras.</p>
<p>Bendungan tersebut, yang seharusnya menjadi solusi untuk pengairan lahan pertanian, tidak pernah mendapat perawatan atau pembangunan permanen selama puluhan tahun.</p>
<p>Menurut data, dari total 61 unit bendungan yang direncanakan di Sumatera Utara, hanya 53 yang telah selesai dibangun.</p>
<p>Namun, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh para petani.</p>
<p>Dengan jaringan irigasi seluas 1,24 juta hektare yang seharusnya mampu mengendalikan banjir dan mengairi tanaman, fakta di lapangan menunjukkan tidak adanya pemeliharaan membuat sedimentasi menumpuk dan drainase tidak berfungsi.</p>
<p>Lebih miris lagi, ratusan petani di Desa Cinta Dame secara swadaya membangun bendungan menggunakan biaya pribadi untuk keperluan bronjong dan batu-batu tanpa bantuan dari Dinas PUPR Sumut.</p>
<p>&#8220;Kami petani tidak tahu apakah ada anggaran untuk pemeliharaan Bendungan Bandar Sidoras ini, tapi faktanya kami ratusan mewakili ribuan petani tidak ada bantuan dari Dinas PUPR dan membangun bendungan ini,&#8221; keluh Lusben, seorang petani setempat.</p>
<p>Lusben juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo.</p>
<p>&#8220;Kami meminta Bapak Presiden Prabowo untuk turun langsung ke sini, terutama di Bendungan Bandar Sidoras ini. Kami butuh bendungan permanen demi mencapai swasembada pangan seperti Asta Cita Bapak Prabowo,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah pusat dan daerah untuk memperbaiki infrastruktur pertanian, khususnya di Sumatera Utara, agar visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2024/12/04/hari-bhakti-pupr-ke-79-petani-mengeluh-infrastruktur-belum-dukung-swasembada-pangan/">Hari Bhakti PUPR ke-79: Petani Mengeluh, Infrastruktur Belum Dukung Swasembada Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2024/12/04/hari-bhakti-pupr-ke-79-petani-mengeluh-infrastruktur-belum-dukung-swasembada-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
