Scroll untuk baca artikel
Daerah

Hari Bhakti PUPR ke-79: Petani Mengeluh, Infrastruktur Belum Dukung Swasembada Pangan

215
×

Hari Bhakti PUPR ke-79: Petani Mengeluh, Infrastruktur Belum Dukung Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Peringatan Hari Bhakti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara ke-79 yang jatuh pada Selasa (3/12/2024) menjadi sorotan karena belum mampu mendukung program swasembada pangan bagi petani, khususnya di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam momen peringatan ini, pembangunan infrastruktur oleh Dinas PUPR dinilai masih jauh dari harapan, terutama dalam mendukung kebutuhan para petani.

Tahun 2023-2024 mencatatkan kinerja yang buruk, di mana berbagai permasalahan infrastruktur, seperti tidak adanya perawatan dan pembangunan bendungan permanen, terus menjadi keluhan utama petani di daerah tersebut.

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045, dengan salah satu cita-citanya adalah swasembada pangan yang didukung oleh pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  Implementasikan Program SAITAPAIAS, Bupati JTP Hutabarat Turun Gotong Royong di Sarulla

Namun, implementasi di lapangan masih belum sesuai dengan tujuan tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait keluhan ribuan petani di Bendungan Bandar Sidoras, Desa Cinta Dame, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) PUPR memilih untuk tidak berkomentar.

“Jangan itulah bang, kalau bisa tanya terkait ulang tahun kita aja biar lebih meriah,” ungkap Brawijaya kepada awak media.

Brawijaya, yang merupakan pejabat baru di Kementerian PUPR, diduga tidak mengetahui keluhan petani terkait kondisi Bendungan Bandar Sidoras.

Bendungan tersebut, yang seharusnya menjadi solusi untuk pengairan lahan pertanian, tidak pernah mendapat perawatan atau pembangunan permanen selama puluhan tahun.

Baca Juga :  Minggu Kasih, Polsek Bosar Maligas Bangun Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas di Gereja

Menurut data, dari total 61 unit bendungan yang direncanakan di Sumatera Utara, hanya 53 yang telah selesai dibangun.

Namun, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan oleh para petani.

Dengan jaringan irigasi seluas 1,24 juta hektare yang seharusnya mampu mengendalikan banjir dan mengairi tanaman, fakta di lapangan menunjukkan tidak adanya pemeliharaan membuat sedimentasi menumpuk dan drainase tidak berfungsi.

Lebih miris lagi, ratusan petani di Desa Cinta Dame secara swadaya membangun bendungan menggunakan biaya pribadi untuk keperluan bronjong dan batu-batu tanpa bantuan dari Dinas PUPR Sumut.

“Kami petani tidak tahu apakah ada anggaran untuk pemeliharaan Bendungan Bandar Sidoras ini, tapi faktanya kami ratusan mewakili ribuan petani tidak ada bantuan dari Dinas PUPR dan membangun bendungan ini,” keluh Lusben, seorang petani setempat.

Baca Juga :  Kapolres Samosir Sambangi Umat HKBP Bonandolok, Ajak Warga Jaga Harmoni Desa Berlandaskan Dalihan Natolu

Lusben juga menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo.

“Kami meminta Bapak Presiden Prabowo untuk turun langsung ke sini, terutama di Bendungan Bandar Sidoras ini. Kami butuh bendungan permanen demi mencapai swasembada pangan seperti Asta Cita Bapak Prabowo,” tutupnya.

Situasi ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah pusat dan daerah untuk memperbaiki infrastruktur pertanian, khususnya di Sumatera Utara, agar visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.

You cannot copy content of this page