6.095 Anak ATS Jadi Perhatian, Relawan Pendidikan Diterjunkan ke Kecamatan Sasaran
TAPSEL | LIVESUMUT.com – Semangat kolaborasi menyelamatkan masa depan generasi muda mewarnai pelepasan Relawan Pendidikan Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (19/05/2026).
Program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut hadir untuk mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui sinergi pemerintah, relawan, dan masyarakat.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, jumlah ATS tercatat mencapai 6.095 anak sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pusat.
Kegiatan pelepasan relawan dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Zulfan Hamidi, S.STP, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Tapsel.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut.
“Program Relawan Pendidikan ini menjadi bentuk nyata kepedulian negara terhadap anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara maksimal.
Para relawan diharapkan hadir sebagai sahabat sekaligus penggerak bagi anak-anak ATS di lapangan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu Hasbullah Syahrizal Harahap selaku Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan bersama unsur lintas sektor lainnya.
Program Relawan Pendidikan hadir sebagai respons atas masih tingginya angka anak tidak sekolah di Indonesia yang mencapai sekitar 3,5 juta anak usia 7-18 tahun.
Permasalahan ATS dinilai bukan persoalan tunggal. Faktor ekonomi, geografis, sosial, budaya, kesehatan, psikologis, hingga validitas data menjadi tantangan besar di lapangan.
Bahkan, sering ditemukan kesenjangan antara data administratif dengan kondisi nyata masyarakat.
Karena itu, relawan pendidikan diharapkan menjadi katalisator pendidikan yang mampu menjangkau anak-anak yang selama ini sulit disentuh sistem formal.
Tujuan utama program ini ialah mengidentifikasi dan memverifikasi data ATS melalui penelusuran lapangan berbasis komunitas sebagai dasar intervensi lanjutan agar penanganan lebih tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Tiurmaddalena Sirait, S.Pd., selaku Widyaprada Ahli Madya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, secara resmi melepas relawan pendidikan menuju wilayah tugas masing-masing.
Ia menegaskan setiap anak memiliki karakter dan kemampuan berbeda sehingga pendekatan pendidikan tidak bisa disamaratakan.
“Tidak semua anak mampu beradaptasi dengan sistem sekolah yang sama. Ada anak yang lebih berkembang melalui praktik dibanding teori. Karena itu, pendidikan harus fleksibel, inklusif, dan mampu menyesuaikan potensi peserta didik,” katanya
Menurutnya, pendidikan yang baik bukan hanya mengejar angka dan kelulusan, tetapi mampu menumbuhkan manusia sesuai potensi diri masing-masing.
Suasana pelepasan relawan berlangsung penuh semangat dan haru. Para relawan diingatkan agar menjaga kesehatan, integritas, serta menjadi sahabat sejati bagi anak-anak ATS di lapangan.
Materi kegiatan turut disampaikan oleh Adinanto Mahulae, S.Kom., Perencana Ahli Muda Biro Perencanaan dan Kerja Sama serta Albertus Noviantoni, S.Kom., Pranata Komputer Ahli Pertama Pusat Data dan Teknologi Informasi.
Program ini diharapkan menjadi gerakan nyata untuk membuka kembali harapan ribuan anak demi menyongsong Generasi Emas Indonesia di masa depan.







