Taput, LIVESUMUT.com — Semangat membangun ketahanan pangan desa kembali ditegaskan Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat saat menghadiri kegiatan tanam serentak komoditas tomat dan cabai di Desa Sisordak, Kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga komoditas di daerah.
Dalam laporan yang disampaikan pemerintah desa, lahan seluas dua hektare di Desa Sisordak saat ini dikelola secara produktif oleh kelompok petani milenial melalui unit usaha BUMDes Terpadu. Pengelolaan tersebut diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian.
Dalam arahannya, Bupati JTP menegaskan bahwa Tapanuli Utara telah diposisikan sebagai kawasan pertanian strategis. Karena itu, para petani didorong menerapkan pola tanam yang terintegrasi melalui diversifikasi tanaman muda dan tanaman tua, guna menjaga ketersediaan komoditas utama seperti cabai dan tomat yang selama ini kerap memicu fluktuasi harga.
Tak hanya berbicara soal produksi, Bupati juga memberi perhatian serius terhadap tata kelola usaha desa. Ia menekankan agar pengelolaan dana BUMDes dilakukan secara profesional dan berorientasi pada keberlanjutan.
“BUMDes harus dikelola dengan pola pikir bisnis, bukan sekadar menjalankan program tanpa arah keuntungan yang jelas. Modal, pemasukan, dan proyeksi hasil harus dihitung sejak awal,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati melihat peluang besar bagi kelompok tani desa untuk masuk ke rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kebutuhan bahan pangan dalam program nasional tersebut dapat menjadi pasar potensial bagi hasil pertanian masyarakat desa.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kata JTP, siap memberikan dukungan penuh kepada kelompok tani dan pengelola BUMDes yang serius mengembangkan usaha pertanian produktif.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman bibit secara simbolis bersama unsur pimpinan perangkat daerah, pengurus BUMDes, dan para petani milenial Desa Sisordak sebagai tanda dimulainya pengembangan komoditas unggulan di wilayah tersebut.













