Taput, LIVESUMUT.com – Seorang wartawan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) diduga dianiaya brutal oleh oknum kepala desa (kades) bersama anaknya, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa tersebut dialami langsung oleh korban berinisial JP dan diduga dipicu persoalan pemberitaan.
Berdasarkan pengakuan korban, kejadian bermula saat dirinya dalam perjalanan pulang menuju rumah usai singgah di sebuah kedai milik warga. Saat melintas di depan Kantor Kepala Desa Sigurunggurung, tepatnya di persimpangan Huta Butul, Kecamatan Pahae Julu, korban melihat sepeda motor terparkir di pinggir jalan serta dua orang berada di lokasi, yakni SS yang diduga oknum kepala desa bersama istrinya, RH.
Korban mengaku sempat berniat menanyakan kepemilikan sepeda motor tersebut. Namun, respons yang diterima justru bernada kasar hingga memicu adu mulut. Situasi semakin memanas ketika pelaku diduga menyinggung profesi korban sebagai wartawan dengan nada merendahkan.
Menurut pengakuan korban, ketegangan itu diduga dipicu oleh rasa tidak senang pelaku terhadap pemberitaan yang sebelumnya pernah dipublikasikan.
Puncak kekerasan, kata korban, terjadi secara tiba-tiba ketika SS diduga mengambil batu dan menghantamkannya ke arah keningnya. Serangan mendadak itu membuat korban kehilangan keseimbangan.
Tidak lama kemudian, lanjut korban, anak pelaku berinisial RS datang dan langsung ikut melakukan penyerangan. Korban yang berusaha mundur untuk menyelamatkan diri justru dikejar.
Dalam kondisi gelap dan minim penerangan, korban mengaku terjatuh setelah menerima pukulan bertubi-tubi. Aksi pengeroyokan pun terjadi. Korban dipukuli dan ditendang berulang kali, terutama pada bagian kepala dan dada.
Akibat kejadian tersebut, korban menyebut kondisinya sempat kritis dan berpotensi mengancam nyawanya. Dugaan pun mengarah bahwa tindakan tersebut tidak sekadar penganiayaan, melainkan mengarah pada upaya percobaan pembunuhan.
Di tengah situasi mencekam, korban juga mengungkapkan bahwa RH sempat berteriak histeris dan mencoba melerai. Ia kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk melarikan diri dengan sepeda motornya.
Dalam keadaan terluka, korban langsung menuju Polsek Pahae Jae untuk melaporkan kejadian tersebut. Petugas yang menerima laporan segera memberikan respons dan mengarahkan korban untuk mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat.
Selanjutnya, aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, saat tiba di lokasi, pelaku diketahui telah melarikan diri.
Pada siang harinya, korban resmi membuat laporan pengaduan didampingi istrinya. Unit Reskrim Polsek Pahae Jae kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap korban serta sejumlah saksi.
Hingga saat ini, kasus dugaan penganiayaan brutal terhadap wartawan di Taput tersebut masih dalam penyelidikan.













