<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penipuan Arsip - LIVESUMUT.com</title>
	<atom:link href="https://livesumut.com/tag/penipuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://livesumut.com/tag/penipuan/</link>
	<description>&#34;Mengungkap Informasi &#38; Inspirasi&#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2025 03:25:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://livesumut.com/wp-content/uploads/2025/09/1002442469-removebg-preview-1-80x80.png</url>
	<title>Penipuan Arsip - LIVESUMUT.com</title>
	<link>https://livesumut.com/tag/penipuan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Minta 300 Butir Telur Tanpa Bayar, Kasus Dugaan Penipuan Diselesaikan Damai oleh Polsek Siantar Utara</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/10/14/minta-300-butir-telur-tanpa-bayar-kasus-dugaan-penipuan-diselesaikan-damai-oleh-polsek-siantar-utara/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/10/14/minta-300-butir-telur-tanpa-bayar-kasus-dugaan-penipuan-diselesaikan-damai-oleh-polsek-siantar-utara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 03:25:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Siantar Utara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=11025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pematangsiantar, LIVESUMUT.com — Melalui personel piket SPKT bersama...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/10/14/minta-300-butir-telur-tanpa-bayar-kasus-dugaan-penipuan-diselesaikan-damai-oleh-polsek-siantar-utara/">Minta 300 Butir Telur Tanpa Bayar, Kasus Dugaan Penipuan Diselesaikan Damai oleh Polsek Siantar Utara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Pematangsiantar, LIVESUMUT.com</strong> — Melalui personel piket SPKT bersama Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara, polisi berhasil menyelesaikan dugaan tindak pidana penipuan pembelian telur yang terjadi di Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, pada Minggu (12/10/2025) siang, dengan metode problem solving.</p></blockquote>
<p>Kapolsek Siantar Utara AKP Jahrona Sinaga, S.H. dalam keterangannya menjelaskan bahwa dugaan penipuan pembelian telur tersebut terjadi di toko kelontong milik RG (53) yang berlokasi di Jalan Patuan Nagari, pada Sabtu (11/10/2025) sore sekitar pukul 16.55 WIB.</p>
<p>“Dugaan penipuan pembelian telur itu terjadi di toko kelontong milik korban berinisial RG (53) di Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar,” jelas AKP Jahrona Sinaga.</p>
<p>Peristiwa berawal ketika seorang perempuan berinisial RN (37), warga Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, datang ke toko kelontong tersebut dan meminta 300 butir telur kepada AS, pekerja toko.</p>
<p>Namun, RN tidak melakukan pembayaran atas telur yang diminta.</p>
<p>Merasa dirugikan, keesokan harinya, Minggu (12/10/2025), pihak toko melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Siantar Utara untuk mendapatkan penyelesaian hukum.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket SPKT dan Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara segera melakukan pemanggilan terhadap kedua pihak untuk dilakukan mediasi di Mako Polsek Siantar Utara.</p>
<p>Dalam proses mediasi yang berlangsung kondusif dan terbuka, kedua belah pihak menyampaikan penjelasan masing-masing.</p>
<p>Setelah difasilitasi oleh petugas, akhirnya pihak pelapor dan pihak terlapor sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.</p>
<p>Keduanya juga menandatangani surat pernyataan perdamaian bermaterai dengan poin-poin kesepakatan yang telah disetujui bersama.</p>
<p>“Hasil mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan perdamaian bermaterai dengan poin-poin yang telah disepakati bersama sehingga dugaan penipuan tersebut diselesaikan dengan problem solving,” ujar AKP Jahrona Sinaga.</p>
<p>Kapolsek Siantar Utara menegaskan bahwa penyelesaian kasus tersebut merupakan bagian dari penerapan pendekatan problem solving, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang menekankan penanganan masalah secara cepat, tepat, dan humanis tanpa menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.</p>
<p>“Kedua belah pihak sudah menandatangani surat pernyataan perdamaian bermaterai,” pungkas AKP Jahrona Sinaga.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/10/14/minta-300-butir-telur-tanpa-bayar-kasus-dugaan-penipuan-diselesaikan-damai-oleh-polsek-siantar-utara/">Minta 300 Butir Telur Tanpa Bayar, Kasus Dugaan Penipuan Diselesaikan Damai oleh Polsek Siantar Utara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/10/14/minta-300-butir-telur-tanpa-bayar-kasus-dugaan-penipuan-diselesaikan-damai-oleh-polsek-siantar-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polisi Bongkar Modus Pinjam Motor untuk Anak Sakit di Simalungun, Ternyata Digadaikan Rp1 Juta</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/09/26/polisi-bongkar-modus-pinjam-motor-untuk-anak-sakit-di-simalungun-ternyata-digadaikan-rp1-juta/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/09/26/polisi-bongkar-modus-pinjam-motor-untuk-anak-sakit-di-simalungun-ternyata-digadaikan-rp1-juta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 06:55:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Modus Pinjam Gadai]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Perdagangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=10458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Simalungun, LIVESUMUT.com &#124; Unit Reskrim Polsek Perdagangan, Polres...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/09/26/polisi-bongkar-modus-pinjam-motor-untuk-anak-sakit-di-simalungun-ternyata-digadaikan-rp1-juta/">Polisi Bongkar Modus Pinjam Motor untuk Anak Sakit di Simalungun, Ternyata Digadaikan Rp1 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Simalungun, LIVESUMUT.com</strong> | Unit Reskrim Polsek Perdagangan, Polres Simalungun, berhasil mengungkap kasus penggelapan sepeda motor dengan modus pinjam-gadai.</p></blockquote>
<p>Seorang pria berinisial Sutedi (36) diamankan di rumahnya di Huta V Jalan Protokol, Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Kapolsek Perdagangan, AKP Ibrahim Sopi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penanganan kasus ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan, penegakan hukum, dan keadilan bagi masyarakat.</p>
<p>“Tim Reskrim kami bergerak cepat setelah menerima laporan polisi nomor LP/B/286/IX/2025/SPKT/POLSEK PERDAGANGAN tanggal 13 September 2025 dari pelapor bernama Sutanto,” ujar AKP Ibrahim, Kamis (25/9/2025) malam.</p>
<p>Kasus ini bermula pada Jumat (12/9/2025) pukul 11.00 WIB.</p>
<p>Saat itu korban Sutanto sedang bekerja sebagai tukang bangunan di area Perluasan Tanah Pemda, Kelurahan Perdagangan III.</p>
<p>Tersangka Sutedi datang dan meminjam sepeda motor korban dengan alasan hendak menjenguk anaknya yang sakit.</p>
<p>“Korban dengan itikad baik meminjamkan sepeda motornya kepada tersangka, namun hingga kini motor tersebut tidak dikembalikan,” jelas Kapolsek.</p>
<p>Adapun kendaraan yang digelapkan adalah Honda Supra X 125 warna hitam tahun 2009 dengan nomor polisi BK 3361 LW, nomor rangka MH1JB91189K704176, dan nomor mesin JB91E1701410 atas nama Sugandi.</p>
<p>Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp7.000.000.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi-saksi, yakni Adi Siwanto (34) dan Sudarto (45), polisi berhasil mengidentifikasi Sutedi sebagai pelaku.</p>
<p>Saat diinterogasi, Sutedi mengakui perbuatannya.</p>
<p>“Tersangka mengakui bahwa setelah meminjam motor korban, ia langsung menggadaikannya pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB dengan mendapat uang Rp1.000.000,” tegas AKP Ibrahim.</p>
<p>Menurut pengakuan tersangka, motif perbuatannya murni faktor ekonomi.</p>
<p>Namun, Kapolsek menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk penggelapan yang merugikan masyarakat.</p>
<p>“Ini adalah bentuk penggelapan yang merugikan masyarakat, dan kami akan proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kapolsek.</p>
<p>Penangkapan Sutedi dilakukan berdasarkan Surat Perintah Tugas dan Surat Perintah Penyelidikan tertanggal 13 September 2025.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menemukan kembali barang bukti berupa sepeda motor yang digelapkan.</p>
<p>“Alhamdulillah, sepeda motor yang menjadi barang bukti sudah berhasil kami amankan kembali dan akan dikembalikan kepada pemilik setelah proses hukum selesai,” ungkap AKP Ibrahim.</p>
<p>Kini, Sutedi bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Perdagangan untuk penyidikan lebih lanjut.</p>
<p>Polisi berencana melaporkan kasus ini kepada pimpinan, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, dan melanjutkannya hingga tahap Jaksa Penuntut Umum (JPU).</p>
<p>“Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga ke pengadilan agar memberikan efek jera dan keadilan bagi korban serta masyarakat,” tutup AKP Ibrahim Sopi.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/09/26/polisi-bongkar-modus-pinjam-motor-untuk-anak-sakit-di-simalungun-ternyata-digadaikan-rp1-juta/">Polisi Bongkar Modus Pinjam Motor untuk Anak Sakit di Simalungun, Ternyata Digadaikan Rp1 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/09/26/polisi-bongkar-modus-pinjam-motor-untuk-anak-sakit-di-simalungun-ternyata-digadaikan-rp1-juta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berawal dari Live TikTok, Wanita di Medan Kehilangan Uang dan HP Hingga Lapor Polisi</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/07/22/berawal-dari-live-tiktok-wanita-di-medan-kehilangan-uang-dan-hp-hingga-lapor-polisi/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/07/22/berawal-dari-live-tiktok-wanita-di-medan-kehilangan-uang-dan-hp-hingga-lapor-polisi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 11:28:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Live Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=8175</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medan, LIVESUMUT.com &#124; Seorang perempuan berinisial Y resmi...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/07/22/berawal-dari-live-tiktok-wanita-di-medan-kehilangan-uang-dan-hp-hingga-lapor-polisi/">Berawal dari Live TikTok, Wanita di Medan Kehilangan Uang dan HP Hingga Lapor Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Medan, LIVESUMUT.com</strong> | Seorang perempuan berinisial Y resmi melaporkan seorang pria bernama Ricardo Markus Siregar ke Polsek Medan Area pada Selasa (22/7/2025), setelah menjadi korban aksi pelaku yang dikenal lewat siaran langsung aplikasi TikTok. (Foto: Ricardo Markus Siregar)</p></blockquote>
<p>Dalam laporannya, Y menyebut perkenalan awal dengan Ricardo terjadi lewat live TikTok yang kemudian berlanjut melalui komunikasi WhatsApp.</p>
<p>&#8220;Saya pertama kali mengenal Ricardo Markus Siregar melalui live TikTok, lalu ia menghubungi saya secara pribadi dan mulai menjalin komunikasi melalui WhatsApp,&#8221; ujar Y.</p>
<p>Pertemuan tatap muka pertama keduanya terjadi pada 4 Mei 2025 di sebuah mal di Kota Medan.</p>
<p>Keesokan harinya, mereka kembali bertemu atas ajakan Ricardo.</p>
<p>Menurut Y, Ricardo mengaku masih lajang, semakin gencar mendekatinya lewat pesan-pesan, bahkan sering datang ke rumah dan tempat usahanya.</p>
<p>Namun, ketika diminta untuk pulang, Ricardo justru menolak dan terus berusaha memanipulasi keadaan.</p>
<p>Puncak kejadian terjadi pada 29 Juni 2025 malam.</p>
<p>Sekitar pukul 23.00 WIB, Ricardo meminjam ponsel Y dengan alasan untuk bermain game.</p>
<p>Lalu, pada dini hari 30 Juni sekitar pukul 03.00 WIB, Ricardo kembali datang ke tempat usaha Y dan meminjam ponsel lagi sebelum pergi dengan dalih membeli rokok.</p>
<p>&#8220;Sekitar pukul 07.00 WIB saya terbangun dan menyadari HP saya sudah hilang, dan ternyata uang tunai di meja kasir juga raib Rp5.800.000 (lima juta delapan ratus ribu rupiah) dan uang di celengan Y juga hilang yang belum diketahui jumlahnya dan pintu dalam keadaan terbuka dan kunci berceceran,&#8221; terang Y.</p>
<p>Y sempat mencari ke kos tempat Ricardo tinggal.</p>
<p>Pemilik kos memberi tahu bahwa Ricardo datang sekitar pukul 04.00 WIB hanya untuk mengambil tasnya lalu buru-buru pergi.</p>
<p>Atas peristiwa ini, Y resmi melapor ke Polsek Medan Area pada Jumat (18/7/2025) dengan nomor laporan: LP/B/510/VII/2025/SPKT/Polsek Medan Area/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.</p>
<p>Ia mengalami kerugian material berupa satu unit HP Samsung S22 Ultra dan uang tunai lebih dari Rp8.600.000, serta trauma psikis akibat perlakuan Ricardo.</p>
<p>&#8220;Saya memohon agar pihak kepolisian Polsek Medan Area segera memproses laporan saya dan menangkap pelaku,&#8221; tutup Y.</p>
<p>Kasus ini menarik perhatian karena selain kerugian materiel, korban juga mengaku mendapat tekanan mental akibat ancaman-ancaman yang disampaikan pelaku.</p>
<p>Pihak kepolisian diharapkan bergerak cepat menindaklanjuti laporan sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p>Sementara itu, keluarga korban telah mendatangi keluarga pelaku di Desa Simarigung, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kode Pos 22457 pada Jumat (18/7) untuk meminta pertanggungjawaban.</p>
<p>Namun, menurut keterangan keluarga korban, tidak ada solusi yang diberikan oleh orangtua pelaku.</p>
<p>Bahkan pada Sabtu (19/7), saat kembali ditanyakan, keluarga pelaku tetap tidak memberikan jawaban jelas.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, upaya menghubungi keluarga pelaku melalui WhatsApp pun tidak mendapat tanggapan.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/07/22/berawal-dari-live-tiktok-wanita-di-medan-kehilangan-uang-dan-hp-hingga-lapor-polisi/">Berawal dari Live TikTok, Wanita di Medan Kehilangan Uang dan HP Hingga Lapor Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/07/22/berawal-dari-live-tiktok-wanita-di-medan-kehilangan-uang-dan-hp-hingga-lapor-polisi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merasa Ditipu, Pembelian Mobil Lewat Marketplace Berujung Laporan Polisi di Medan</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/07/20/merasa-ditipu-pembelian-mobil-lewat-marketplace-berujung-laporan-polisi-di-medan/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/07/20/merasa-ditipu-pembelian-mobil-lewat-marketplace-berujung-laporan-polisi-di-medan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 13:34:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[Honda CRV]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Marketplace]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=8133</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medan, LIVESUMUT.com &#124; Niat hati ingin membeli mobil...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/07/20/merasa-ditipu-pembelian-mobil-lewat-marketplace-berujung-laporan-polisi-di-medan/">Merasa Ditipu, Pembelian Mobil Lewat Marketplace Berujung Laporan Polisi di Medan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Medan, LIVESUMUT.com</strong> | Niat hati ingin membeli mobil lewat marketplace, RCP Simanungkalit justru harus meminta bantuan kepada pihak berwajib setelah diduga menjadi korban dugaan penipuan.</p></blockquote>
<p>Kasus ini kini resmi dilaporkannya ke Polres Pelabuhan Belawan, Kota Medan, pada Kamis (10/7/2025).</p>
<p>Pada Minggu, (20/7/2025) kepada LIVESUMUT.com, RCP Simanungkalit menuturkan kronologi yang dialaminya.</p>
<p>Ia membeli sebuah mobil CR-V tahun 2008 melalui akun penjual di marketplace.</p>
<p>“Berdasarkan pengakuan akun marketplace, melalui massenger tanggal 9 Juli 2025, mobil tersebut ada pada adiknya di Marelan Pasar 2 kota Medan,” ungkap RCP.</p>
<p>Selanjutnya, komunikasi berlanjut melalui WhatsApp, di mana akun marketplace membagikan lokasi mobil kepada RCP.</p>
<p>RCP pun datang ke lokasi yang dimaksud, yakni Marelan Pasar 2, Medan, pada Kamis (10/7/2025).</p>
<p>Di sana ia bertemu dengan seorang wanita yang memperkenalkan diri sebagai Vina Tarigan.</p>
<p>RCP mengonfirmasi identitas Vina dengan bertanya, “Apakah benar Anda adik dari pemilik mobil di akun marketplace?” dan dijawab oleh Vina: “Iya.”</p>
<p>Setelah itu, Vina menunjukkan mobil CR-V tersebut kepada RCP.</p>
<p>RCP pun memeriksa kondisi mobil beserta surat-surat seperti BPKB, STNK, dan barcode.</p>
<p>Setelah dirasa cocok, keduanya sepakat untuk melakukan transaksi jual beli.</p>
<p>Menurut RCP, Vina menyerahkan surat-surat seperti BPKB, STNK, dan barcode mobil dan dua kunci mobil setelah ia menyatakan setuju membeli, dan membuat kwitansi jual beli mobil tersebut.</p>
<p>Namun, saat akan melakukan pembayaran, RCP diminta untuk mentransfer uang ke rekening atas nama Halimah, yang dikirim oleh akun marketplace.</p>
<p>Karena nama rekening berbeda dengan nama yang mengaku pemilik mobil, RCP kembali memastikan kepada Vina. “Apa benar ini nomor rekening nya Kak,” tanyanya. Dan dijawab Vina: “Iya, betul.”</p>
<p>Nomor rekening pun dicocokkan dua kali antara yang dikirim akun marketplace dengan yang diakui Vina, dan hasilnya sama.</p>
<p>Setelah semua dirasa sesuai, RCP kembali memastikan: “Oke ya, deal ya, Kak… deal ya Kak… deal ya Kak.” dan dijawab oleh Vina: “Oke, deal.”</p>
<p>RCP lalu meminta istrinya untuk mentransfer uang senilai Rp 55 juta sesuai harga kesepakatan ke rekening yang telah dicocokkan.</p>
<p>Namun tak lama setelah transfer, RCP justru mendapat kabar mengejutkan dari Vina yang mengatakan bahwa uang belum masuk dan dirinya tidak mengenal akun marketplace.</p>
<p>Situasi pun memanas hingga terjadi percekcokan karena mobil tidak diizinkan Vina untuk dibawa oleh RCP.</p>
<p>Merasa ditipu dan dirugikan, RCP akhirnya memilih meninggalkan lokasi dan mengambil langkah hukum.</p>
<p>Ia telah melaporkan kejadian dugaan penipuan ini ke Polres Pelabuhan Belawan dengan nomor laporan STTLP/526//2025/SPK Terpadu.</p>
<p>&#8220;Saya berharap masalah ini bisa segera diselesaikan oleh Pihak Polres Pelabuhan Belawan dengan baik, karena saya sudah  dirugikan dan merasa ditipu atas kejadian ini,&#8221; ujarnya kepada LIVESUMUT.com.</p>
<p>Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian, dan RCP berharap keadilan bisa ditegakkan.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/07/20/merasa-ditipu-pembelian-mobil-lewat-marketplace-berujung-laporan-polisi-di-medan/">Merasa Ditipu, Pembelian Mobil Lewat Marketplace Berujung Laporan Polisi di Medan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/07/20/merasa-ditipu-pembelian-mobil-lewat-marketplace-berujung-laporan-polisi-di-medan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada Penipuan! Oknum Catut Nama Pejabat Kejati Sumut untuk Minta Uang</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/02/19/waspada-penipuan-oknum-catut-nama-pejabat-kejati-sumut-untuk-minta-uang/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/02/19/waspada-penipuan-oknum-catut-nama-pejabat-kejati-sumut-untuk-minta-uang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 06:14:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kejati Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Modus Whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=4314</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medan, LIVESUMUT.com &#8211; Masyarakat diimbau untuk lebih waspada...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/02/19/waspada-penipuan-oknum-catut-nama-pejabat-kejati-sumut-untuk-minta-uang/">Waspada Penipuan! Oknum Catut Nama Pejabat Kejati Sumut untuk Minta Uang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Medan, LIVESUMUT.com</strong> &#8211; Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).</p></blockquote>
<p>Setelah sebelumnya mencatut nama Asintel Andri Ridwan, SH, MH, serta Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumut yang juga mantan Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan, SH, MH, kini modus serupa kembali terjadi dengan menggunakan nama Kasi Penkum Kejati Sumut, Adre W Ginting.</p>
<p>Beberapa kepala sekolah dan kepala dinas mengaku menerima pesan WhatsApp (WA) yang mengatasnamakan Adre W Ginting dan meminta sejumlah uang.</p>
<p>&#8220;WA yang meminta uang tersebut adalah palsu. Nama saya sebagai Kasi Penkum Kejati Sumut telah dicatut dan digunakan untuk melakukan pemerasan dan permintaan uang ke sejumlah orang,&#8221; ujar Adre W Ginting saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, Adre W Ginting menjelaskan bahwa aksi kloning aplikasi WhatsApp ini sudah menyebar di beberapa daerah seperti Dairi, Sibolga, dan Tapanuli Utara.</p>
<p>&#8220;Dikhawatirkan, aksi oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan foto pejabat di Kejati Sumut ini semakin menyebar. Oleh karena itu, kami meminta masyarakat waspada apabila ada oknum yang mengaku pejabat dari Kejaksaan, terutama Kejati Sumut, agar tidak langsung mempercayainya, dan segera melakukan konfirmasi langsung ke yang bersangkutan atau melalui hotline Kejati Sumut,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Adre W Ginting juga menegaskan bahwa nomor WA palsu yang mengatasnamakan pejabat di Kejati Sumut akan ditelusuri dan dianalisis untuk mengungkap pelakunya.</p>
<p>&#8220;Kita selalu mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya dengan WA palsu yang mengaku pejabat dari Kejaksaan atau Kejati Sumut,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Mantan Kasi Intel Kejari Binjai ini menambahkan bahwa modus mencatut nama pejabat sering digunakan untuk menipu pihak tertentu seperti kepala desa, kepala sekolah, dan kepala dinas.</p>
<p>Biasanya, pelaku berpura-pura mendapat pengaduan dari LSM dan meminta korban segera mengamankan pihak LSM tersebut.</p>
<p>&#8220;Masyarakat jangan langsung percaya apabila ada oknum yang mengaku-ngaku pejabat dari Kejaksaan, terutama dari Kejati Sumut,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/02/19/waspada-penipuan-oknum-catut-nama-pejabat-kejati-sumut-untuk-minta-uang/">Waspada Penipuan! Oknum Catut Nama Pejabat Kejati Sumut untuk Minta Uang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/02/19/waspada-penipuan-oknum-catut-nama-pejabat-kejati-sumut-untuk-minta-uang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kodam I/Bukit Barisan Tegaskan Tidak Terlibat dalam Kasus Penipuan Calon Siswa TNI</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/02/12/kodam-i-bukit-barisan-tegaskan-tidak-terlibat-dalam-kasus-penipuan-calon-siswa-tni/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/02/12/kodam-i-bukit-barisan-tegaskan-tidak-terlibat-dalam-kasus-penipuan-calon-siswa-tni/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 14:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[TNI/Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam I/BB]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan Calon Siswa TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=4020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medan, LIVESUMUT.com &#8211; Kodam I/Bukit Barisan secara tegas...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/02/12/kodam-i-bukit-barisan-tegaskan-tidak-terlibat-dalam-kasus-penipuan-calon-siswa-tni/">Kodam I/Bukit Barisan Tegaskan Tidak Terlibat dalam Kasus Penipuan Calon Siswa TNI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Medan, LIVESUMUT.com</strong> &#8211; Kodam I/Bukit Barisan secara tegas membantah klaim Nina Wati, terdakwa dalam kasus penipuan terhadap puluhan calon siswa TNI, yang menyebutkan bahwa dana hasil penipuan tersebut digunakan untuk kegiatan Kodam.</p></blockquote>
<p>Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sumatera Utara pada Selasa (11/2/2025), yang menuntut transparansi dalam penyelesaian kasus ini.</p>
<p>Para pengunjuk rasa menyoroti absennya Nina Wati dalam beberapa persidangan dengan alasan sakit serta penangguhan penahanannya, yang kini berada di rumah meskipun masih berstatus sebagai tahanan kejaksaan.</p>
<p>Mereka khawatir hal ini dapat menghambat proses hukum dan menimbulkan ketidakpastian bagi korban penipuan.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Doddy Yudha, menegaskan bahwa tidak ada dana dari hasil penipuan yang digunakan untuk kegiatan Kodam.</p>
<p>&#8220;Pernyataan Nina Wati merupakan klaim pribadi dan tidak mewakili institusi Kodam I/Bukit Barisan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kodam tidak terlibat dalam kasus ini dan tidak ikut campur dalam persidangan perkara Nina Wati.</p>
<p>&#8220;Kami tegaskan bahwa tidak ada keterlibatan Kodam dalam kasus ini dan tidak ada campur tangan Kodam dalam pelaksanaan sidang perkara Nina Wati, namun Kodam berkomitmen untuk membantu mengungkap kasus ini sampai tuntas,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, enam oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam kasus ini telah diproses secara hukum dan saat ini menunggu sidang di Pengadilan Militer I-02 Medan.</p>
<p>&#8220;Proses hukum terhadap para oknum sudah berjalan, dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan sesuai dengan hukum yang berlaku,&#8221; tambah Kolonel Doddy.</p>
<p>Kodam I/Bukit Barisan juga menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan transparansi dalam penanganan kasus ini.</p>
<p>&#8220;Kami akan terus mendukung proses hukum yang berjalan agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan sesuai aturan yang berlaku,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/02/12/kodam-i-bukit-barisan-tegaskan-tidak-terlibat-dalam-kasus-penipuan-calon-siswa-tni/">Kodam I/Bukit Barisan Tegaskan Tidak Terlibat dalam Kasus Penipuan Calon Siswa TNI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/02/12/kodam-i-bukit-barisan-tegaskan-tidak-terlibat-dalam-kasus-penipuan-calon-siswa-tni/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Berkedok Ustaz, Teuku MDC Tipu Warga Aceh Utara hingga Puluhan Juta Rupiah</title>
		<link>https://livesumut.com/2025/01/27/diduga-berkedok-ustaz-teuku-mdc-tipu-warga-aceh-utara-hingga-puluhan-juta-rupiah/</link>
					<comments>https://livesumut.com/2025/01/27/diduga-berkedok-ustaz-teuku-mdc-tipu-warga-aceh-utara-hingga-puluhan-juta-rupiah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[By : Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 05:27:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Penipuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://livesumut.com/?p=3429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh Utara, LIVESUMUT.com – Nama M. Ikbal, yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/01/27/diduga-berkedok-ustaz-teuku-mdc-tipu-warga-aceh-utara-hingga-puluhan-juta-rupiah/">Diduga Berkedok Ustaz, Teuku MDC Tipu Warga Aceh Utara hingga Puluhan Juta Rupiah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>Aceh Utara, LIVESUMUT.com</strong> – Nama M. Ikbal, yang lebih dikenal sebagai Teuku MDC, mencuat di tengah masyarakat Aceh Utara atas dugaan aksi penipuan berkedok sebagai ustaz.</p></blockquote>
<p>Teuku MDC diduga memanfaatkan citranya sebagai tokoh agama untuk menarik kepercayaan warga dengan menawarkan berbagai janji, seperti paket umrah murah, investasi masa depan, hingga peluang bisnis yang menjanjikan.</p>
<p>Salah satu korban berinisial J mengaku mengalami kerugian hingga Rp30 juta akibat ulah Teuku MDC.</p>
<p>“Dia terlihat seperti ustaz sungguhan, sering membagikan foto umrah dan aktivitasnya dengan tokoh masyarakat,” ujar korban pada Minggu (26/1/2025).</p>
<p>Menurut pengakuan korban, Teuku MDC tidak pernah merealisasikan janji-janjinya.</p>
<p>Selain itu, ia diduga mengambil barang milik korban berupa tabung gas elpiji ukuran 12 kg dan 5,5 kg dari tempat usaha korban tanpa seizin pemiliknya.</p>
<p>&#8220;Dia mengelabui karyawan dengan berpura-pura telah meminta izin kepada saya,&#8221; tambah korban.</p>
<p>Ketika korban mencoba menghubungi Teuku MDC melalui telepon dan WhatsApp, pelaku hanya membaca pesan tanpa memberikan tanggapan.</p>
<p>Bahkan, kini nomor teleponnya sudah tidak aktif.</p>
<p>Hingga saat ini, keberadaan Teuku MDC tidak diketahui, dan ia disebut telah lama tidak terlihat di kampung halamannya.</p>
<p>Geuchik setempat mengungkapkan bahwa Teuku MDC sudah tidak pernah kembali sejak beberapa bulan terakhir.</p>
<p>Kasus ini membuat warga Aceh Utara resah, terutama mereka yang sempat percaya pada janji-janji manis Teuku MDC.</p>
<p>Beberapa korban menyatakan bahwa mereka akan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib jika tidak ada itikad baik dari pelaku untuk menyelesaikan permasalahan.</p>
<p>“Saya berharap ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati. Kalau dia tidak muncul, maka saya pastikan akan melapor ke pihak penegak hukum,” tegas salah satu korban.</p>
<p>Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama jika disertai embel-embel agama.</p>
<p>Warga juga diimbau untuk segera melaporkan dugaan tindak penipuan semacam ini kepada pihak berwajib.</p>
<p>Artikel <a href="https://livesumut.com/2025/01/27/diduga-berkedok-ustaz-teuku-mdc-tipu-warga-aceh-utara-hingga-puluhan-juta-rupiah/">Diduga Berkedok Ustaz, Teuku MDC Tipu Warga Aceh Utara hingga Puluhan Juta Rupiah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://livesumut.com">LIVESUMUT.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://livesumut.com/2025/01/27/diduga-berkedok-ustaz-teuku-mdc-tipu-warga-aceh-utara-hingga-puluhan-juta-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
