Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Peringati Hardiknas 2025, Bupati Simalungun Ziarah ke Makam Pelopor Pendidikan Op. Guru Jason Saragih

679
×

Peringati Hardiknas 2025, Bupati Simalungun Ziarah ke Makam Pelopor Pendidikan Op. Guru Jason Saragih

Sebarkan artikel ini

Simalungun, LIVESUMUT.com – Dalam momen penuh penghormatan terhadap dunia pendidikan, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih memimpin ziarah ke makam Op. Guru Jason Saragih, sosok legendaris dan pelopor pendidikan di Tanah Simalungun yang terletak di Pematang Raya, Sumatera Utara, Jumat (2/5/2025).

Ziarah tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Simalungun yang mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut meresmikan renovasi makam sang tokoh, sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi luar biasa yang telah ditorehkan dalam sejarah pendidikan daerah.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan ini, istri beliau Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih, Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga beserta istri Ny. Rospita Banny Gusman Sinaga, serta jajaran pejabat tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Sidak Pasar Perdagangan, Pedagang Keluhkan Harga dan Persaingan

Bupati Anton Achmad Saragih menegaskan pentingnya menjadikan momentum Hardiknas sebagai panggilan untuk bersama-sama membangun kualitas pendidikan.

“Peringatan Hari Pendidikan kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah masalah bersama, diperlukan peran serta seluruh stakeholder bukan hanya pemerintah, namun juga dukungan dari orang tua dan tenaga pendidik selaku mentor di lembaga pendidikan,” tegas Bupati.

Warisan Seorang Guru Sejati

Op. Guru Jason Saragih, lahir pada 1883 di Nagakasiangan (kini wilayah Kabupaten Serdang Bedagai), adalah putra dari keluarga bangsawan Simalungun.

Ia dikenal luas sebagai sosok visioner yang memilih meninggalkan jabatan mandor demi menempuh pendidikan guru di Depok pada 1911.

Setelah empat tahun menempuh studi, ia kembali mengabdi sebagai guru bantu dan kepala sekolah di berbagai sekolah Zending di Pematang Raya.

Baca Juga :  Bingung, Mau Investigasi Jurnalistik? Cek Caranya di Sini!

Dedikasi Op. Guru Jason tak terbatas di ruang kelas.

Ia mendirikan Komite Na Ro Marpondah yang menerjemahkan buku pendidikan ke dalam bahasa Simalungun, dan secara rutin menjemput murid ke rumah masing-masing demi memastikan kehadiran mereka di sekolah.

Setelah 43 tahun mengabdi, ia pensiun pada 1958, namun tetap melanjutkan misinya dalam dunia pendidikan hingga akhir hayatnya pada 30 Maret 1963.

Dua bulan setelah wafat, ia dianugerahi gelar Pelopor/Bapak Pendidik Simalungun melalui SK Bupati Radjamin Poerba.

Kini, namanya diabadikan sebagai nama jalan di Pematang Siantar dan Sondy Raya.

Pemerintah Kabupaten Simalungun juga telah merenovasi makam dan membangun gapura penghormatan, yang diresmikan langsung oleh Bupati dalam ziarah tersebut.

“Masyarakat Simalungun sudah sepantasnya menghormati Guru Jason Saragih sebagai Pahlawan/Pelopor/Bapak Pendidik Simalungun,” kata Bupati.

Baca Juga :  Pemkab Taput Buka Pendaftaran Bantuan Pendidikan Tahun 2025, Catat Syaratnya!

Ia menambahkan bahwa perjalanan Jason Saragih sebagai guru sungguh luar biasa karena harus berjalan kaki ke kampung-kampung dan menembus hutan demi mencerdaskan anak bangsa.

Inspirasi untuk Generasi Masa Kini

Semangat perjuangan Guru Jason Saragih dinilai telah menginspirasi banyak tokoh, termasuk mantan Bupati Tuan Madja Purba dan Radjamin Purba.

Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.

Dalam sambutannya, Bupati Simalungun juga menyinggung program prioritas pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya pendidikan di semua jenjang usia.

“Pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang berakhlak mulia, memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, serta berbagai kecerdasan untuk meraih kesejahteraan dan kebahagiaan,” tambahnya, mengutip pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

You cannot copy content of this page