Scroll untuk baca artikel
Entertainment

FWELB Rumahela 2025 Resmi Ditutup, Vandiko Gultom Pastikan Jadi Agenda Tahunan

507
×

FWELB Rumahela 2025 Resmi Ditutup, Vandiko Gultom Pastikan Jadi Agenda Tahunan

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com – Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak (FWELB) Rumahela 2025 resmi ditutup oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di Air Mancur Waterfront City Pangururan, Rabu (9/7/2025) malam.

Mengusung tema “Torsa Ni Habatakhon” (Cerita/Nilai Kehidupan Orang Batak), festival ini menjadi ruang refleksi, edukasi, sekaligus perayaan budaya Batak bagi masyarakat luas.

Festival yang digagas Komunitas Rumahela ini menghadirkan rangkaian kegiatan bernuansa budaya, edukasi pelestarian alam, hingga Focus Group Discussion (FGD) Tonggoraja tentang Geopark Kaldera Toba yang menghasilkan sembilan rekomendasi penting untuk mempertahankan status kartu hijau Geopark Kaldera Toba dari UNESCO dan melestarikan alam kawasan Danau Toba.

Baca Juga :  Deddy Corbuzier Laporkan Kekayaan Fantastis ke LHKPN, Ini Angkanya!

Pembina Komunitas Rumahela, DR. Hinca IP. Panjaitan XIII, SH, MH, ACCS, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menyatukan langkah menjaga bumi dan budaya.

“Hamparan Geopark Kaldera Toba dari Uluan Darat, Pusuk Buhit, Bania Raja, hingga seluruh bentang yang memeluk Danau Toba adalah taman bumi bagi dunia, secercah ‘Luat Nauli Mutik ni Surgo’, keindahan surga yang dititipkan di tanah Batak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hinca menjelaskan pentingnya sinergi menjaga tiga pilar Geopark: keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity).

Baca Juga :  Jeka Saragih Hadapi Joo Sang Yoo di UFC 316, Simak Jadwal Lengkapnya

“Kontemplasi dan harapan torsa dan turi-turian di FWELB Rumahela 2025 diharapkan menjadi ruang jawab kartu kuning UNESCO kepada Geopark Kaldera Toba,” pungkas Hinca.

Bupati Samosir Vandiko Gultom menyampaikan apresiasi tinggi kepada Komunitas Rumahela atas komitmennya melestarikan budaya Batak.

Vandiko menegaskan Pemkab Samosir akan menjadikan FWELB Rumahela sebagai agenda tahunan dan siap berkolaborasi lebih luas dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Pemerintah Kabupaten Samosir secara konsisten akan melaksanakan kegiatan berupa event, ritus maupun festival yang bertema budaya lokal baik yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata maupun komunitas budaya agar budaya leluhur tidak musnah/hilang melainkan tetap lestari dan diminati oleh masyarakat terutama generasi muda, kaum milenial dan Gen Z agar tidak kehilangan jati diri tapi semakin bangga dengan budayanya sehingga kekayaan warisan budaya tetap terjaga dan lestari,” tegas Vandiko.

Baca Juga :  Wabup Samosir Terima Audiensi BP Toba Caldera, Dukung Upaya Revalidasi UNESCO

Penutupan FWELB Rumahela 2025 diwarnai dengan pertunjukan seni budaya Batak yang memukau, membawa pesan kuat tentang pentingnya mencintai warisan leluhur dan menjaga keindahan alam Danau Toba untuk generasi mendatang.

You cannot copy content of this page