Scroll untuk baca artikel
DaerahHukum & Kriminal

Sadis! Mahasiswa Dikeroyok dan Diseret dari Masjid Agung Sibolga Hingga Tewas

734
×

Sadis! Mahasiswa Dikeroyok dan Diseret dari Masjid Agung Sibolga Hingga Tewas

Sebarkan artikel ini

SIBOLGA | LIVESUMUT.com – Tragedi mengenaskan mengguncang Kota Sibolga. Seorang mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya (21) menjadi korban kekerasan hingga kehilangan nyawanya.

Korban ditemukan tewas usai dianiaya dan diseret keluar oleh sekelompok pria di Masjid Agung Sibolga, Jalan Diponegoro, pada Jumat (31/10/2025) dini hari

Peristiwa keji ini terekam jelas oleh kamera CCTV Masjid Agung Sibolga. Rekaman berdurasi beberapa menit itu kini beredar luas di media sosial dan menjadi sorotan warga.

Dalam rekaman tersebut tampak lima pria mengenakan kaus berwarna oranye, biru muda, merah hati, biru, dan putih bergaris mendatangi korban yang tengah beristirahat di teras masjid sekitar pukul 03.17 WIB.

Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung menggiring korban ke teras dan melakukan pengeroyokan brutal.

Baca Juga :  Bukan Main! Kapolres Padangsidimpuan Gandeng Atlet Tinju Jadi Duta Anti Narkoba

Salah satu pelaku yang mengenakan baju oranye terlihat menendang korban hingga tersungkur, sementara pria berbaju putih memijak kepala korban hingga kejang.

Tak berhenti di situ, tubuh korban yang sudah tak berdaya diseret ke luar masjid menuju jalan raya.

Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi hanya terpaku menyaksikan, tanpa berusaha menolong.

Keluarga Korban Memohon Keadilan

Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga korban di Kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Tangis pecah saat jenazah tiba di rumah duka.

Salah seorang kerabat korban memohon agar penegak hukum menuntaskan kasus ini hingga ke akar.

“Kami mohon keadilan. Arjun tidak pantas mati seperti itu,” katanya sambil menangis.

Beberapa anggota keluarga tampak histeris saat melihat kondisi jasad Arjuna yang penuh luka.

Baca Juga :  PADU Rancang Strategi Pendidikan Berbasis Data, Pemprov Sumut Siap Dukung

Korban Masih Mahasiswa, Orang Tua Telah Tiada

Data dari Dinas Dukcapil mencatat, Arjuna Tamaraya lahir di Sibolga pada 15 Juli 2004. Ia berstatus mahasiswa dan tinggal di Jalan Utama Lorong KRH No.7, Kelurahan Kalangan, Pandan, Tapanuli Tengah.

Kedua orang tuanya, Harjuman dan Fariyanti, telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Kini, Arjuna menyusul mereka di usia muda meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.

Wakil Ketua DPRD Sibolga: “Ini Tamparan untuk Kita Semua”

Kejadian memilukan ini menuai kecaman keras dari Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, H. Muhammad Jamil Zeb Tumori, yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Sibolga.

“Ini tindakan biadab dan mencoreng nilai kemanusiaan, apalagi dilakukan di rumah ibadah,” ujar Jamil dengan nada geram, Sabtu (1/11/2025).

Baca Juga :  Laporan Terkini Bencana Taput: 9 Korban Ditemukan Meninggal, 27 Warga Masih Hilang

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi cerminan suram kemerosotan moral generasi muda yang harus segera ditangani bersama.

“Kejadian ini tamparan keras bagi kita semua. Saya turut berduka, terlebih korban Arjuna diketahui yatim piatu. Ini sungguh menyayat hati,” ucapnya lirih.

Desak Polisi Tangkap Pelaku Tanpa Pandang Bulu

Jamil mendesak Polres Sibolga untuk bertindak cepat dan tegas dalam mengusut kasus ini.

“Saya minta semua pelaku segera ditangkap dan diproses hukum tanpa alasan apa pun. Rumah Allah bukan tempat kekerasan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan isu atau spekulasi liar, melainkan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

You cannot copy content of this page