Scroll untuk baca artikel
InternasionalSport

Sebanyak 18 Juta Orang Teken Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia 2026

142
×

Sebanyak 18 Juta Orang Teken Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Tampilan petisi online di situs argentinaout.com yang menyerukan agar Timnas Argentina didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026. Hingga Jumat (17/7/2026), petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 18 juta tanda tangan.

Medan, LIVESUMUT.com – Kontroversi yang mengiringi langkah Timnas Argentina ke final Piala Dunia 2026 belum juga mereda. Sebuah petisi online yang menyerukan agar Argentina didiskualifikasi dari turnamen kini menjadi viral dan telah ditandatangani lebih dari 18 juta orang.

Berdasarkan pantauan LIVESUMUT.com pada Jumat (17/7/2026) pukul 21.04 WIB, jumlah dukungan terhadap petisi tersebut terus bertambah dan telah jauh melampaui target awal yang hanya 5.000 tanda tangan.

Petisi yang dimuat melalui situs argentinaout.com itu muncul setelah pertandingan kontroversial antara Argentina dan Mesir pada babak 16 besar. Para penggagas petisi menuding FIFA bersama perangkat pertandingan memberikan keuntungan kepada Argentina demi menjaga Lionel Messi tetap melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Baca Juga :  Joo Sang Yoo Kalahkan Jeka Saragih Lewat Hook Telak di UFC 316

“Sangat jelas bahwa FIFA dan wasit berpihak kepada Lionel Messi dan Argentina. Mengapa seluruh dunia harus bertanding jika pemenangnya sudah ditentukan? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil kepada tim lain,” demikian para penggagas menulis dalam petisi tersebut, dikutip dari argentinaout.com.

Lahirnya petisi tersebut tidak lepas dari drama yang terjadi saat Argentina menghadapi Mesir. Dalam laga itu, tim besutan Lionel Scaloni sempat tertinggal 0-2, namun berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol hanya dalam 13 menit terakhir hingga menang 3-2.

Meski demikian, kubu Mesir menilai kemenangan Argentina diwarnai keputusan kontroversial. Mereka memprotes dua keputusan Video Assistant Referee (VAR), yakni dianulirnya gol Mesir karena dianggap terjadi pelanggaran dalam proses serangan serta disahkannya gol kemenangan Argentina yang diduga diawali pelanggaran terhadap Mohamed Salah.

Baca Juga :  Kapolsek Siantar Martoba Hadiri dan Pimpin Pengamanan Fe Art Fast VI Fun Run 2025 di USI

Kekecewaan itu juga disampaikan Manajer Timnas Mesir, Hossam Hassan, yang secara terbuka mempertanyakan jalannya pertandingan.

“Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan tanpa peduli konsekuensinya. Pertandingan ini jelas telah diatur dan semua orang bisa melihatnya. Jika mereka benar-benar ingin Argentina menang, mengapa harus mengundang negara lain ikut Piala Dunia?” ujar Hassan, usai pertandingan.

Hassan bahkan menuding FIFA lebih mengutamakan keberadaan Lionel Messi di turnamen dibanding menegakkan prinsip fair play.

Di sisi lain, Argentina menolak seluruh tudingan tersebut. Pelatih Lionel Scaloni menegaskan keberhasilan timnya melaju hingga final sepenuhnya ditentukan oleh penampilan para pemain di lapangan, bukan karena bantuan wasit.

Baca Juga :  Rashford Ingin Bergabung dengan Barcelona

Scaloni juga menyatakan setiap keputusan penting dalam pertandingan telah melalui pemeriksaan VAR sesuai prosedur. Ia meminta publik tetap menghargai perjuangan para pemain Argentina yang sukses mengamankan tiket ke partai final.

Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait petisi yang menuntut agar Argentina diusir dari Piala Dunia 2026. Selain itu, belum ada tanda-tanda bahwa hasil pertandingan kontra Mesir akan ditinjau ulang ataupun status Argentina sebagai finalis Piala Dunia 2026 akan berubah.

You cannot copy content of this page