Catatan: J. Frist Manalu.
Simalungun, LIVESUMUT.com – Menjelang pertarungannya di Byon Combat Showbiz 8 melawan petarung Malaysia, Ammarul Shafiq, nama Jeka Saragih kembali ramai diperbincangkan. Namun, bukan hanya karena persiapannya menghadapi duel bergengsi tersebut, melainkan karena masih banyak warganet yang mengejek kekalahannya lewat knockout (KO) hanya dalam waktu 28 detik saat tampil di UFC.
Kekalahan dari petarung Korea Selatan, Yoo Joo-sang, masih kerap dijadikan bahan olok-olok di media sosial. Padahal, di balik kekalahan itu, Jeka Saragih memiliki catatan yang patut diapresiasi. Seluruh kemenangan yang berhasil ia raih di UFC selalu berakhir dengan kemenangan knockout (KO).
Jeka Saragih merupakan petarung Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan kontrak dengan Ultimate Fighting Championship (UFC). Sebelum menjalani debut resminya, ia lebih dulu tampil di ajang Road to UFC.
Pada babak perempat final Road to UFC, Jeka mengalahkan Pawan Maan asal India lewat KO/TKO. Ia kemudian kembali menang KO atas Won Bin Ki dari Korea Selatan pada semifinal. Langkahnya terhenti di partai final setelah kalah TKO dari Anshul Jubli asal India.
Meski gagal menjuarai Road to UFC, penampilan impresif Jeka membuat UFC tetap memberikan kontrak kepadanya. Debut resminya berlangsung pada November 2023 saat menghadapi Lucas Alexander asal Brasil. Dalam pertarungan itu, Jeka menang KO pada ronde pertama hanya dalam waktu 1 menit 31 detik dan meraih bonus Performance of the Night. Hingga kini, kemenangan atas Lucas Alexander menjadi satu-satunya kemenangan Jeka di UFC, dan diraih melalui KO.
Setelah itu, Jeka menghadapi Westin Wilson dari Amerika Serikat dan harus mengakui keunggulan lawannya lewat submission pada ronde pertama. Pada laga berikutnya, Jeka kembali menelan kekalahan setelah dihentikan Yoo Joo-sang melalui KO hanya dalam waktu 28 detik.
Di tengah derasnya komentar negatif yang diterimanya, Jeka memilih mengakui kekalahan tersebut dengan sikap sportif. Namun, ia juga mengingatkan publik agar tidak melupakan sejarah yang telah ia ukir untuk Indonesia di UFC.
“Kalah 28 detik pernah, tapi saya tetap orang Indonesia pertama yang membuat KO lawan saya di UFC,” tegas Jeka.
Pernyataan tersebut merujuk pada kemenangan sensasionalnya atas Lucas Alexander yang menjadikan Jeka sebagai petarung Indonesia pertama yang meraih kemenangan KO di UFC.
Di luar kiprahnya sebagai petarung, Jeka juga dikenal sebagai sosok yang ramah, rendah hati, dan dekat dengan para penggemarnya. Sikap tersebut membuat dirinya tetap mendapat banyak dukungan, termasuk dari kalangan pecinta MMA Indonesia, meski sedang menghadapi masa sulit dalam kariernya.
Tulisan ini tidak dibuat karena kedekatan penulis dengan Jeka Saragih, melainkan berdasarkan fakta dan rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta bahwa Jeka merupakan petarung Indonesia pertama yang mencetak kemenangan KO di UFC adalah bagian dari sejarah MMA Indonesia yang tidak dapat dihapus hanya karena kekalahan 28 detik.
Kini, Jeka bersiap menjalani tantangan baru di Byon Combat Showbiz 8. Ia dijadwalkan menghadapi Ammarul Shafiq dalam duel kickstriking pada 29 Agustus 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Laga ini menjadi kesempatan bagi Jeka untuk menjawab kritik, membungkam para haters, sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.
Meski masih dihujat akibat kekalahan 28 detik, rekam jejak Jeka menunjukkan dirinya merupakan petarung dengan gaya bertarung agresif dan mengandalkan penyelesaian cepat. Dari total kemenangan yang ia raih sepanjang karier profesionalnya, mayoritas berakhir dengan KO/TKO. Bahkan, seluruh kemenangan yang pernah ia bukukan di UFC selalu diraih melalui kemenangan KO.
Terlepas dari hasil yang diraih belakangan ini, pencapaian Jeka sebagai petarung Indonesia pertama yang menembus UFC dan menjadi orang Indonesia pertama yang mencetak kemenangan KO di organisasi tersebut tetap menjadi catatan bersejarah bagi perkembangan olahraga mixed martial arts (MMA) di Tanah Air. Kini, panggung Byon Combat Showbiz 8 menjadi momentum bagi Jeka Saragih untuk kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu petarung terbaik yang dimiliki Indonesia.










