Medan, LIVESUMUT.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk terjadi di Jembatan Titi Papan, Sungai Deli, Jalan Platina Raya, Medan, pada Selasa, 28 Januari 2025, sekitar pukul 17.29 WIB.
Insiden ini diduga disebabkan oleh truk yang tidak mampu menanjak, mengakibatkan kecelakaan beruntun.
Hingga kini, pihak Satlantas Polres Belawan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kecelakaan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kanit Lakalantas Polres Belawan, IPDA Junri Lubis, dalam pesan WhatsApp-nya menyatakan bahwa pihak pengangkutan tidak mau melaporkan kejadian itu ke unit laka.
Rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang oleh Dinas Perhubungan Kota Medan di Simpang Titipan jelas melarang truk melintasi jembatan tersebut.
Namun, lemahnya pengawasan dari pihak berwenang membuat kecelakaan serupa terus terjadi.
Dalam sepekan terakhir, kejadian serupa telah berulang, bahkan insiden yang sama juga terjadi pada Selasa, 17 Januari 2025, dengan truk bernomor polisi BK 8056 BL yang tidak sanggup melintasi tanjakan dan menabrak beberapa kendaraan lain.
Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Medan, Pak Napitupulu, menegaskan bahwa keberadaan rambu-rambu tersebut seharusnya diikuti dengan penindakan dari pihak kepolisian.
“Kalau sudah ada rambu-rambu berarti kewajiban kepatuhan si pengendara, maka polisi lalu lintas harusnya melakukan penindakan. Namanya sudah ada rambu-rambu, berarti kan ada perintah, sudah jelas mengatur, mengapa dilanggar,” ujar Napitupulu saat ditemui tim media di ruang kerjanya pada Jumat, 31 Januari 2025.
Dalam kejadian terbaru, truk Fuso BK 8806 CP yang diduga kelebihan muatan terhenti di tanjakan sebelum akhirnya mundur dan menghantam beberapa kendaraan di belakangnya.
Mobil pickup L300 BK 9445 DA yang dikemudikan oleh Danu mengalami kerusakan pada bagian depan, sementara Toyota Calya BK 1086 GL mengalami kerusakan pada bumper dan kap mesin.

Becak barang (betor) tanpa plat juga ikut terhimpit, menyebabkan kerusakan pada bagian segitiga dan gandengan.
Namun, informasi mengenai titik perdamaian kasus ini belum terbuka untuk publik.
Dalam pesan WhatsApp pribadinya, IPDA Junri Lubis hanya menyatakan, “Untuk kerugian keseluruhannya tidak dapat diketahui dikarenakan adanya perdamaian tertutup oleh pihak yang bersangkutan, nanti kita info lebih lanjut ya pak, anggota masih koordinasi ke pengangkutan.”
Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai insiden tersebut.













