Scroll untuk baca artikel
Daerah

DPRD Geram RTRW Tak Kunjung Rampung, Wali Kota Sidimpuan Disindir Sibuk Urusan Pribadi

598
×

DPRD Geram RTRW Tak Kunjung Rampung, Wali Kota Sidimpuan Disindir Sibuk Urusan Pribadi

Sebarkan artikel ini

Padangsidimpuan, LIVESUMUT.com | Drama Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kota Padangsidimpuan semakin memanas.

Alih-alih menjadi fondasi pembangunan, RTRW kini justru berubah nama di kalangan DPRD menjadi Rencana Tak Rampung Wajar.

Ketua Bamperda DPRD, Banua Siregar, secara blak-blakan menyindir Pemerintah Kota, khususnya Wali Kota Padangsidimpuan.

Menurutnya, meski undangan rapat dan jadwal sudah disiapkan, kehadiran eksekutif justru nihil.

“Wali Kota? Hilang lagi. Jangan-jangan sibuk ngurus agenda pribadi, atau mungkin lagi asik entah di mana,” sentil Banua dengan nada kesal, Selasa (30/9/2025).

Baca Juga :  Rakyat Menjerit! PDAM Tirtanadi Naikkan Tarif Air 100 Persen, Klaim Sudah Koordinasi ke OPD Dan DPRD

Kekecewaan DPRD makin bertambah karena ada investor besar, seperti Suzuya, yang siap masuk ke Sidimpuan.

Namun, pihak eksekutif dinilai tidak menunjukkan keseriusan.

Justru Wakil Wali Kota, Harry Pahlevi alias Levy, yang sibuk melobi investor.

“Kalau bukan Levy, jangan-jangan Sidimpuan cuma kebagian swalayan keliling pakai becak,” celetuk anggota Bamperda, Andi Lumalo, dengan nada satir.

DPRD menilai gaya kepemimpinan Wali Kota saat ini terkesan membiarkan birokrasi malas menghambat pembangunan.

Padahal, RTRW merupakan napas pembangunan jangka panjang, setidaknya untuk 20 tahun ke depan.

Baca Juga :  Wakapolres Samosir Purna Bakti, Pemkab Samosir Beri Penghormatan dan Apresiasi

“Masa mau terus pakai RTRW 2013? Itu udah kayak nyuruh investor buka usaha pakai peta zaman dinosaurus,” semprot Banua.

Tak hanya Dinas PUPR yang menjadi sorotan, DPRD juga menuding Wali Kota dengan sengaja membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut.

“Kalau gini terus, rakyat bisa tanya: yang Wali Kota bela siapa? Kota ini atau kepentingan lain?” tambah Banua, makin pedas.

Menanggapi kritik DPRD, Pemko melalui Asisten I mencoba meredam dengan menyampaikan janji bahwa RTRW akan selesai tahun 2025.

Namun, DPRD mengaku sudah jenuh dengan janji yang berulang.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-26 Kabupaten Toba, Kecamatan Silaen Gelar Gotong Royong

“Jangan-jangan 2025 nanti jadi alasan baru. Kalau begini terus, RTRW bukan Rencana Tata Ruang Wilayah, tapi Rencana Tidur Rapat Wali Kota,” tutup Banua sambil menggelengkan kepala.

You cannot copy content of this page