Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Kisah Haru Dirman Tumangger, Satpam Madrasah yang Dapat SK PPPK Sebulan Sebelum Pensiun

384
×

Kisah Haru Dirman Tumangger, Satpam Madrasah yang Dapat SK PPPK Sebulan Sebelum Pensiun

Sebarkan artikel ini

Pakpak Bharat, LIVESUMUT.com – Wajah Dirman Tumangger tampak begitu berseri. Senyum lebarnya hari itu menggambarkan kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan. Petugas keamanan di MTsN Pakpak Bharat itu baru saja menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kabar yang sudah lama ia nantikan. Namun di balik rasa syukurnya, terselip kenyataan bahwa masa baktinya hanya tersisa satu bulan lagi.

Meski begitu, tak sedikit pun terlihat kesedihan di wajah Dirman. Justru semangat dan rasa syukurnya terpancar kuat.

Baca Juga :  Dibilang Tambahan Bayar SPP, Foto Siswa Ini Diduga Langgar Aturan Permendikbud

“Ini pencapaian yang sudah lama saya impikan. Walau masa tugas saya tinggal sebentar, saya bangga akhirnya bisa merasakan menjadi abdi negara,” ujarnya dengan mata berkaca saat menerima SK, Kamis (23/10/2025).

Selama hampir lima tahun, Dirman menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Setiap pagi hingga sore, ia setia berdiri di gerbang madrasah, menyapa guru dan siswa dengan senyum ramah khasnya. Ia bukan hanya penjaga sekolah, tapi juga penjaga semangat, memastikan lingkungan belajar tetap aman, tenang, dan bersahabat.

Baca Juga :  444 PPPK Diangkat, Bupati Toba Akan Dongkrak PAD Lewat Opsen PKB dan BBNKB

Perjalanan menuju pengangkatan sebagai PPPK bukan jalan mudah. Ia melewati proses panjang, mulai dari pendaftaran, seleksi berkas, hingga masa penantian hasil yang penuh harap. Semua perjuangan itu akhirnya terbayar lunas ketika namanya resmi tercantum sebagai penerima SK.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama atas kesempatan ini. Saya juga bersyukur kepada keluarga dan rekan kerja yang selalu mendukung saya dari awal hingga akhir,” ungkapnya penuh haru.

Kini, meski masa baktinya tinggal sebulan, Dirman memilih untuk tetap bekerja sepenuh hati. Ia melaksanakan tugas seperti biasa, menjaga madrasah, membantu guru, dan memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga.

Baca Juga :  Dugaan Kekerasan di Sekolah, Ketua DPW LSM LIDIK Sumut: "Harus Ada Penegakan Hukum yang Adil"

“Bagi saya, pengabdian bukan diukur dari lamanya waktu, tapi dari ketulusan hati. Walaupun waktu saya tidak lama lagi, saya tetap bersemangat karena akhirnya bisa merasakan menjadi abdi negara,” ujarnya pelan namun tegas.

You cannot copy content of this page