Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

FIB USU Hadirkan Guru Besar Korea Selatan, Bahas Adaptasi Sastra ke Film

110
×

FIB USU Hadirkan Guru Besar Korea Selatan, Bahas Adaptasi Sastra ke Film

Sebarkan artikel ini
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara bersama Prof. Jin-Ho Shim dari Silla University, Busan, Korea Selatan, narasumber, dosen, berfoto bersama usai kegiatan Guest Lecture bertajuk "Literature and Film: Adaptation, Cultural Representation, and Contemporary Perspectives" di FIB USU, Medan.

MEDAN, LIVESUMUT.com – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali memperkuat atmosfer akademik bertaraf internasional dengan menghadirkan Guru Besar dari Silla University, Busan, Korea Selatan, dalam kegiatan Guest Lecture bertajuk “Literature and Film: Adaptation, Cultural Representation, and Contemporary Perspectives”. Kegiatan ini mengangkat tema adaptasi sastra ke film, representasi budaya, serta perspektif kontemporer dalam dunia perfilman.

Guest Lecture yang berlangsung di Ruang Pertemuan Fakultas Ilmu Budaya USU, Rabu (16/7/2026), merupakan bagian dari komitmen Program Studi Sastra Indonesia FIB USU dalam memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta mengembangkan kajian bahasa, sastra, dan budaya.

Kegiatan ini juga menjadi implementasi agenda internasionalisasi akademik yang sejalan dengan arah pengembangan FIB USU sebagai pusat unggulan kajian budaya yang berdaya saing global melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional.

Guest Lecture menghadirkan Prof. Jin-Ho Shim dari Silla University, Busan, Korea Selatan, bersama filmmaker Bremakila Rangga Surbakti, S.S. dari CV. Newster Creative Productions. Diskusi dipandu oleh Bambang Riyanto, S.S., M.Si.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Dr. Zulfan, S.S., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Infrastruktur Akademik Ely Hayati Nasution, S.S., M.Si., CIT, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Andi Pratama Lubis, S.S., M.Hum.

Baca Juga :  Polisi Beri Pelatihan Mandiri kepada Anggota PKS Pematangsiantar

Acara diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Sastra Indonesia FIB USU, Emma Marsella, S.S., M.Si. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus membuka ruang dialog lintas budaya bagi mahasiswa.

“Program Studi Sastra Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus merawat tradisi keilmuan sekaligus membuka ruang inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Saya berharap mahasiswa dapat menyimak setiap materi dengan baik, berpikir kritis terhadap berbagai perspektif yang disampaikan, serta menjadikannya sebagai inspirasi dalam mengembangkan kajian sastra, film, dan budaya pada masa mendatang,” ujar Emma Marsella.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Mhd. Pujiono, S.S., M.Hum., Ph.D., mengapresiasi langkah Program Studi Sastra Indonesia yang terus menghadirkan kegiatan akademik bertaraf internasional.

“Inisiatif seperti Guest Lecture ini sejalan dengan arah pengembangan Fakultas Ilmu Budaya untuk mewujudkan transformasi progresif melalui penguatan kearifan lokal dan inovasi global. Saya berharap kegiatan ini semakin memperkuat reputasi akademik Program Studi Sastra Indonesia serta memperluas jejaring internasional yang memberikan manfaat nyata bagi dosen dan mahasiswa,” ujar Mhd. Pujiono.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional, Polres Pematangsiantar Nobar Film Cut Nyak Dien Bareng Pelajar

Usai sambutan, peserta menyaksikan pemutaran film pendek karya alumni Program Studi Sastra Indonesia yang mengisahkan kehidupan sepasang kakak beradik setelah kehilangan kedua orang tua mereka.

Film tersebut menjadi pengantar diskusi mengenai bagaimana karya audiovisual mampu merepresentasikan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta realitas sosial melalui pendekatan sinematik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pada sesi utama, Prof. Jin-Ho Shim membahas adaptasi sastra ke film, representasi budaya, dan perspektif kontemporer melalui film Made in Korea, sebuah proyek kolaborasi resmi India dan Korea Selatan yang dirilis di Netflix pada Maret 2026.

Film tersebut mengisahkan perjalanan Shenba, perempuan muda asal Kollapallur, Tamil Nadu, India, dalam mengejar impiannya meraih Korean Dream. Menurut Prof. Shim, kekuatan film itu terletak pada penggunaan outsider’s perspective atau sudut pandang orang luar yang memberikan cara pandang baru terhadap identitas budaya, migrasi, dan proses adaptasi dalam masyarakat multikultural.

Baca Juga :  Bergaul dengan Orang yang Mau Berbagi Ilmu vs. Orang yang Mau Bayarin Makan: Pilih Mana?

Prof. Shim juga menjelaskan perjalanan Shenba bersama Heo Jun-jae, seorang YouTuber asal Korea Selatan yang menjadi bagian penting dalam proses adaptasi tokoh utama. Dari hubungan kedua tokoh tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep Jeong, yakni ikatan emosional yang hangat, tulus, dan menjadi salah satu nilai budaya khas masyarakat Korea.

Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa film tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana membangun pemahaman lintas budaya sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan kepada masyarakat dunia.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan mengemuka, mulai dari strategi adaptasi film lintas budaya agar tetap memiliki daya tarik global tanpa menghilangkan nilai budaya yang diangkat, hingga bagaimana karya film dapat menjadi media diplomasi budaya untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan kerja sama internasional antara Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dengan Silla University, Busan, Korea Selatan.

You cannot copy content of this page