P. Siantar, LIVESUMUT.com -Pematangsiantar tengah menghadapi ancaman serius yang tak kalah berbahaya dari persoalan kesehatan lingkungan. Di balik upaya pemerintah memperkuat kebersihan dan kualitas hidup masyarakat, gelombang penyalahgunaan narkoba justru semakin mengkhawatirkan.
Anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Patar Luhut Panjaitan, mengungkapkan kondisi darurat tersebut saat ditemui di ruang Komisi I pada Kamis (04/12/2025) sore. Wajahnya tampak serius ketika menjabarkan situasi kelam yang kini melanda kota itu.
“Bayangkan saja, zona penyalahgunaan narkoba sekarang sudah merah, bahkan mendekati hitam,” ujar Patar dengan tegas.
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Berdasarkan hasil tes urine yang baru dilaksanakan, sejumlah pelajar terdeteksi positif menggunakan narkoba. Lebih mengejutkan lagi, enam ASN Pemko Pematangsiantar turut terjaring dalam pemeriksaan yang sama.
“Ini membuktikan bahwa narkoba bukan hanya merusak dunia pendidikan, tetapi juga sudah masuk ke lingkungan aparatur negara. Situasinya sudah sangat mengkhawatirkan,” katanya.
Sebagai upaya penanggulangan, Pemko Pematangsiantar bersama Kesbangpol dan Badan Narkotika terus meningkatkan intensitas tes urine rutin. Langkah ini sejalan dengan visi-misi wali kota untuk memperkuat dunia pendidikan dan melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Pemeriksaan urine secara berkala ini merupakan langkah nyata pemerintah. Kita tidak ingin masa depan anak-anak kita hancur karena narkoba,” tambah Patar.
Tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, Patar juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan di lingkungan masing-masing. Ia berencana berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membentuk pos siskamling anti-narkoba di setiap kelurahan sebagai sistem peringatan dini terhadap aktivitas mencurigakan.
“Kita harus memerangi narkoba bersama-sama. Jika melihat aktivitas atau tempat yang mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.
Patar pun menyoroti peran keluarga yang dinilai sangat menentukan dalam mencegah keterlibatan pelajar dalam penyalahgunaan narkotika.
“Orang tua harus ikut menjaga. Tolong arahkan anak-anak pulang sebelum jam 10 malam dan jangan biarkan mereka menginap sembarangan,” pesannya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga, DPRD berharap Pematangsiantar dapat keluar dari status zona merah dan kembali menjadi kota yang aman serta nyaman bagi tumbuh kembang generasi muda.








