Medan, LIVESUMUT.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution resmi melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 248 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumut, Senin (19/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bobby menegaskan agar tidak ada lagi praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah.
Penyerahan SK berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, dan dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Bobby menekankan pentingnya pemahaman manajemen keuangan sekolah oleh para kepala sekolah agar tidak kembali terjadi persoalan keuangan yang membebani peserta didik dan orang tua.
“Saya minta tolong benar-benar pahami manajemen keuangan, agar tidak ada lagi kasus-kasus keuangan di sekolah, agar tidak ada lagi pungli-pungli, tidak ada lagi anak yang terbebani pendidikannya karena biaya,” kata Bobby usai penyerahan SK Penugasan Kepala Sekolah Jenjang Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Negeri Provinsi Sumut.
Dalam arahannya, Bobby juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk menggratiskan biaya sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di seluruh Sumut. Target awal ditetapkan pada tahun 2029, namun ia optimistis target tersebut dapat dipercepat.
“Target kita 2029, seluruh sekolah di Sumut harus sudah bisa gratis. Tahun ini selain di Nias, kita tambah lagi lima di daerah terdampak bencana, jadi harusnya bisa maju lagi. Karena tahun ini sudah ditambah jadi bisa maju di 2027 atau 2028,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, perluasan sekolah gratis ini merupakan upaya konkret untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memastikan setiap anak di Sumut mendapatkan akses pendidikan yang setara.
Selain persoalan pembiayaan, Bobby juga menyoroti kualitas pendidikan di Sumut yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Ia menyinggung capaian nilai penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi serta hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai indikator yang perlu mendapat perhatian serius.
“Maka tim pengajar, guru-guru semua harus bisa memahami dan mengetahui mekanisme belajar agar nilai average rendah di Sumut bisa meningkat,” kata Bobby.
Ia menekankan bahwa peran kepala sekolah sangat krusial dalam memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas peserta didik.
Di akhir sambutannya, Bobby berpesan agar seluruh kepala sekolah yang menerima SK dapat bekerja secara profesional dan selaras dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumut. Capaian target pendidikan, tata kelola sekolah, serta integritas akan menjadi bagian dari penilaian kinerja.
“Selamat bertugas, mudah-mudahan tanggung jawab yang diberikan membawa kebaikan bagi anak didik,” ujar Bobby.
Adapun 248 kepala sekolah yang menerima SK penugasan terdiri dari 161 kepala SMA, 80 kepala SMK, dan 7 kepala SLB Negeri se-Sumatera Utara.













