Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bank Sumut Menuju KBMI 2, Pemegang Saham Kompak Tambah Modal

235
×

Bank Sumut Menuju KBMI 2, Pemegang Saham Kompak Tambah Modal

Sebarkan artikel ini
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumatera Utara di Medan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan modal dan peningkatan status Bank Sumut menuju KBMI 2.

Medan, LIVESUMUT.com — Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumatera Utara yang digelar di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan, Senin (6/6/2026). Dalam agenda strategis tersebut, Vandiko turut didampingi Kepala BPKAD Melva Siboro dan Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang.

RUPS yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution bersama para kepala daerah se-Sumatera Utara menghasilkan kesepakatan penting, yakni mendorong Bank Sumut naik kelas ke kelompok Bank dengan Modal Inti 2 (KBMI 2).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan Bank Sumut agar mampu bersaing dan memenuhi ketentuan regulator di masa mendatang. KBMI 2 sendiri merupakan kategori bank menengah dengan modal inti berkisar antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-26 Kabupaten Toba, Kecamatan Silaen Gelar Gotong Royong

Saat ini, Bank Sumut masih berada pada kategori KBMI 1. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merencanakan konsolidasi bagi bank-bank dalam kategori KBMI 1 pada tahun 2029, sehingga penguatan modal menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun, Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2, Jadi, ini sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp6 triliun,” kata Bobby Nasution.

Diketahui, modal inti Bank Sumut saat ini berada di angka Rp5,2 triliun, sehingga masih dibutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai kategori KBMI 2. Untuk itu, para pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota sepakat memperkuat permodalan melalui skema penyetoran kembali dividen.

Baca Juga :  Polsek Siantar Utara Selesaikan Dugaan Pencurian Tabung Gas dengan Mediasi

Sebanyak 15% dividen tahun 2025 akan dialokasikan kembali sebagai tambahan modal pada tahun 2026. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan menambah penyertaan modal sebesar Rp100 miliar pada tahun ini. Sejumlah daerah turut berkontribusi, termasuk Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang merencanakan penambahan sekitar Rp70 miliar melalui APBD.

“Ada (Pemkab) yang menganggarkan, seperti Tapsel perencanaannya di 2025, dituangkan ke APBD akan menambahkan kurang lebih Rp70 miliar, termasuk 15% (deviden), dan kami dari Provinsi Sumut selain inbreng aset kemarin ada penambahan Rp100 miliar lagi,” kata Bobby Nasution.

Selain penguatan modal, Bobby Nasution juga menekankan pentingnya transformasi Bank Sumut agar tidak terlalu bergantung pada APBD. Ia mendorong peningkatan inovasi produk serta daya saing layanan perbankan.

Baca Juga :  Pemda dan Wakapolres Samosir Sidak Pasar Desa Ambarita

“Upaya yang kita harapkan tentu kita minta untuk dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan, yang kedua produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan juga ASN,” kata Bobby Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis Bank Sumut untuk naik kelas ke KBMI 2. Menurutnya, penguatan modal akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan serta kemampuan bank dalam menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Vandiko juga menegaskan bahwa Bank Sumut memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Kabupaten Samosir serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

You cannot copy content of this page