HUMBAHAS, LIVESUMUT.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto direncanakan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Humbang Hasundutan pada Oktober 2026 mendatang. Kunjungan tersebut dijadwalkan untuk meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), sebuah kawasan riset dan pengembangan pertanian modern yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut.
Rencana kedatangan Presiden RI itu diungkapkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat koordinasi yang digelar secara virtual bersama Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan, Selasa (17/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati Humbahas didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra Sabar H. Purba, Kepala Bappelitbangda Pahala Lumban Gaol, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tukka Siahaan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jerry Silitonga.
Menanggapi rencana kunjungan tersebut, Bupati Oloan Paniaran Nababan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menyambut langsung kedatangan Presiden di wilayahnya.
“Pemerintah Daerah siap menyambut kehadiran Presiden RI di Kabupaten Humbahas,” jawab Bupati Humbahas saat ditanya Ketua DEN mengenai rencana kunjungan tersebut.
Menurut Oloan, rencana kunjungan Presiden menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan kawasan **Danau Toba>, khususnya Humbang Hasundutan yang diproyeksikan sebagai pusat pertanian modern berbasis riset dan teknologi.
Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan beserta rombongan ke Humbang Hasundutan pada awal April 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan sektor pertanian dan riset di kawasan tersebut.
Tidak hanya itu, kehadiran TSTH2 di Humbang Hasundutan juga membuka peluang pengembangan sektor kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah itu direncanakan akan ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit riset.
Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan penelitian, terutama di bidang herbal dan hortikultura, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan juga menyoroti pentingnya pengembangan sistem pertanian modern berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi kecerdasan buatan tersebut dinilai mampu meningkatkan hasil produksi pertanian, efisiensi kerja, serta ketepatan dalam pengelolaan lahan.
Untuk mewujudkan sistem pertanian berbasis AI tersebut, Luhut meminta seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk bekerja secara terkoordinasi.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antardaerah agar pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat di kawasan tersebut.













