Scroll untuk baca artikel
Nasional

Ramai Prediksi Ekonomi RI Ambruk, Prabowo Subianto: Itu Sikap yang Sempit

298
×

Ramai Prediksi Ekonomi RI Ambruk, Prabowo Subianto: Itu Sikap yang Sempit

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta.

JAKARTA, LIVESUMUT.com – Presiden Prabowo Subianto menanggapi berbagai prediksi pengamat yang menyebut perekonomian Indonesia berpotensi terpuruk di tengah ketidakpastian global. Ia menilai pandangan tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan justru lahir dari cara berpikir yang sempit.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (13/3/2026). Dalam forum tersebut, Presiden menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi nasional justru menunjukkan tren yang tetap kuat.

“Menurut saya, sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik,” kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Prabowo menduga munculnya prediksi pesimistis tersebut tidak lepas dari berbagai latar belakang kepentingan. Ia menilai ada pihak-pihak yang tidak menginginkan pemerintah berhasil menjalankan program pembangunan, bahkan diduga didorong oleh agenda tertentu.

Baca Juga :  Pesan Presiden Prabowo ke Siswa: Fokus Belajar, Jangan Pacaran Dulu

Menurutnya, ada pula pihak yang merasa dirugikan oleh langkah pemerintah dalam menertibkan praktik-praktik penyimpangan di berbagai sektor. Karena itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pihak yang merugikan negara.

“Jadi tiap hari saya dapat laporan intel, jadi saya ngertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai, pada saatnya akan kita tertibkan itu semua,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menilai perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi adalah hal yang wajar, termasuk dalam persaingan politik. Namun, ia mengingatkan bahwa setelah kontestasi politik berakhir, seluruh elemen bangsa semestinya bersatu demi kepentingan negara.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 18 Agustus Sebagai Hari Libur Nasional Tambahan

“Harusnya negara ini, kalau sudah selesai pertandingan-pertandingan (politik) itu harusnya kita bersatu kompak, kita selamatkan kapal besar kita, karena kapal yang namanya Republik Indonesia ini mengarungi lautan yang penuh karang, yang penuh bahaya,” tutur Prabowo.

Ia juga menegaskan pemerintah akan terus bekerja keras dan tetap mengedepankan pendekatan berbasis data untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kepada Presiden Prabowo mengenai ramainya prediksi sejumlah ekonom yang menyebut ekonomi Indonesia berpotensi mengalami kehancuran. Berbagai alasan disampaikan dalam analisis tersebut, salah satunya terkait lonjakan harga minyak dunia.

Baca Juga :  Survei ISS: 78% Publik Puas Kinerja Presiden: Prabowo Dulu Pernah Bilang, “Saya Tak Percaya Survei”

Namun, Purbaya menegaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi justru menunjukkan tren penguatan dan akselerasi pertumbuhan. Salah satunya terlihat dari purchasing manager’s index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai 53,8 pada Februari 2026.

Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan sektor manufaktur nasional berada pada fase ekspansi.

Selain itu, pemerintah juga dinilai memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi gejolak ekonomi global, termasuk fluktuasi harga energi. Menurut Purbaya, Indonesia mampu mengelola dampak kenaikan harga minyak melalui berbagai penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter yang terukur.

You cannot copy content of this page