P.SIDIMPUAN | LIVESUMUT.com – Warga Aek Gareder, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, mendadak gempar, Kamis (08/01/2026) sore.
Seorang pria ditemukan tewas di areal perkebunan dengan kondisi mengenaskan, bertelanjang dada dan leher terjerat tali pinggang, diduga kuat meninggal dunia secara tidak wajar.
Korban diketahui bernama Nafetali Ndraha (45), warga Muara Ampolu, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak melintas menuju kebun miliknya.
Saksi melihat tubuh korban tergeletak telentang di balik semak-semak dalam kondisi sudah tidak bernyawa, lalu melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat.

Mendapatkan laporan warga, petugas Inafis Polres Padangsidimpuan bersama personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan adanya tali pinggang yang menjerat leher korban, sehingga kuat dugaan korban meninggal dunia dengan cara tidak wajar.
Lurah Pijorkoling, Zulkarnaen Hidayat, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengaku pertama kali menerima informasi dari warga sekitar pukul 15.30 WIB.
“Awalnya saya mendapat kabar dari warga, terutama kaum ibu, ada penemuan mayat. Mereka tidak berani mendekat, lalu saya turun ke lokasi dan memang benar ada seorang laki-laki meninggal dengan kondisi leher terikat tali pinggang. Menurut saya, kematiannya tidak wajar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Zulkarnaen menegaskan, korban bukan warga Kelurahan Pijorkoling. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, korban diketahui sedang berkunjung ke wilayah Huta Limbong untuk merayakan Tahun Baru.
“Dari keterangan warga, korban hanya berkunjung dan bukan warga di sini,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP H. Naibaho, SH, MH, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Polisi belum dapat memastikan apakah korban merupakan korban pembunuhan atau meninggal akibat faktor lain.
“Kita masih melakukan pendalaman dan jenazah akan diotopsi terlebih dahulu,” ujarnya singkat, didampingi Kasat Intelkam AKP Marzuki.
Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil otopsi guna memastikan penyebab kematian korban.












