Scroll untuk baca artikel
Daerah

509 Unit Bantuan Rumah Diproyeksikan ke Toba, Menteri PKP Warning Pungli

280
×

509 Unit Bantuan Rumah Diproyeksikan ke Toba, Menteri PKP Warning Pungli

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Toba untuk meninjau langsung calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Selasa (24/3/2026), didampingi Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus.

Toba, LIVESUMUT.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Toba untuk meninjau langsung calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Selasa (24/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, Sekretaris Daerah Paber Napitupulu, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Desa Lumban Pea, Kecamatan Balige, serta Desa Patane V dan Parparean II di Kecamatan Porsea. Tidak hanya melihat kondisi rumah penerima bantuan, Maruarar juga memantau langsung proses penyaluran, termasuk mekanisme pengadaan material melalui toko bangunan.

Baca Juga :  Warga Balige Geger! Pria Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Kontrakan

Di hadapan warga, Maruarar secara tegas mengingatkan agar proses bantuan berjalan bersih tanpa praktik pungutan liar.

“Ingat, tidak ada yang namanya pungli. Kalau ada pungutan langsung foto, video. Kita penjarain itu,” kata Maruarar Sirait kepada para penerima bantuan di Desa Lumban Pea.

Ia menekankan bahwa program BSPS harus dijalankan secara adil dan transparan, tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Ini harus adil, jangan yang kaya dapat sementara yang miskin tidak dapat. Pak Prabowo sudah tingkatkan anggaran untuk tahun ini,” lanjut beliau yang disambut tepuk tangan warga.

Baca Juga :  Polsek Lumban Julu Berbagi Kasih dan Layanan Gratis di Pusat Rehabilitasi Toba Sehat

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus mengungkapkan bahwa kebutuhan perbaikan rumah layak huni di daerahnya masih cukup besar.

“Sementara kalau jumlah warga yang tidak memiliki rumah masih dalam proses pendataan,” kata beliau, setelah menyampaikan bahwa terdapat lebih dari 8.400 rumah tidak layak huni di Kabupaten Toba.

Program BSPS sendiri diharapkan menjadi solusi untuk membantu masyarakat memperbaiki kondisi hunian. Selain dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat juga dinilai penting melalui gotong royong, baik dalam bentuk tenaga, material, maupun bantuan lainnya.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Dibahas di Kantor Bupati Toba, Wakil Bupati Tekankan Penyusunan Proposal Program

Untuk Tahun Anggaran 2026, pemerintah pusat merencanakan sebanyak 19.668 unit BSPS untuk Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Toba diproyeksikan mendapat alokasi sekitar 509 unit yang tersebar di berbagai desa, termasuk 20 unit di Desa Lumban Pea, Kecamatan Balige.

Meski demikian, jumlah tersebut masih menunggu verifikasi akhir dari tim Kementerian PKP guna memastikan data penerima sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

You cannot copy content of this page