Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Daerah

Jembatan Cinta Kasih Aek Poring Diresmikan, Bupati Taput Siapkan Rp50 Miliar Benahi Infrastruktur

11
×

Jembatan Cinta Kasih Aek Poring Diresmikan, Bupati Taput Siapkan Rp50 Miliar Benahi Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com – Kisah anak-anak sekolah yang terpaksa berenang menyeberangi sungai akibat rusaknya jembatan kini tinggal kenangan. Warga Desa Siantar Naipospos, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara, akhirnya memiliki akses penyeberangan baru setelah Jembatan Cinta Kasih Aek Poring resmi dioperasikan, Sabtu (12/9/2026).

Jembatan gantung yang dibangun melalui kolaborasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, TNI AD, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan masyarakat setempat itu menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat bencana.

Sebelumnya, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 25 November 2025 merusak akses penyeberangan masyarakat. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak yang harus menempuh cara berisiko untuk dapat bersekolah.

Kini, Jembatan Cinta Kasih Aek Poring kembali menghubungkan aktivitas masyarakat. Jalur tersebut tidak hanya digunakan untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga menjadi akses penting bagi petani dan anak-anak menuju sekolah.

Lebih dari itu, jembatan ini kembali membuka konektivitas darat antara wilayah Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah.

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Bupati Simalungun: Anton Achmad Saragih Siap Wujudkan Perubahan

Peresmian dilakukan langsung Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan, Mujianto.

Mujianto mengungkapkan, pembangunan jembatan tersebut berawal dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang harus berenang menyeberangi sungai setelah akses jembatan sebelumnya rusak.

Keinginan membantu warga kemudian diwujudkan melalui pembangunan jembatan dengan melibatkan berbagai pihak.

Tantangan pun tidak sedikit. Lokasi pembangunan memiliki akses yang sulit sehingga pengangkutan material membutuhkan perjuangan tersendiri. Namun, semangat gotong royong membuat pembangunan dapat diselesaikan.

Masyarakat bergandengan tangan dengan TNI AD, pemerintah daerah dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia hingga jembatan tersebut akhirnya dapat digunakan.

Bupati Jonius menegaskan, kehadiran Jembatan Cinta Kasih Aek Poring tidak boleh menjadi akhir dari upaya pemerintah memperbaiki akses masyarakat.

Pemkab Tapanuli Utara, kata dia, telah menyiapkan sejumlah program lanjutan, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan dan peningkatan infrastruktur jalan serta jembatan.

Baca Juga :  Pangdam I/BB dan Bupati Taput Resmikan Jembatan Siualuompu, Akses Baru Penggerak Ekonomi Warga

Salah satunya adalah rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Lobu Haminjon, Desa Siantar Naipospos. Namun, pembangunan tersebut membutuhkan dukungan masyarakat berupa penyediaan lahan yang layak.

Untuk perbaikan jalan dan jembatan, Pemkab Taput telah mengalokasikan Rp2,5 miliar dalam APBD 2026. Anggaran itu diarahkan untuk menangani empat titik pada ruas Simpang Lapogambiri–Pancur Batu–Siantar Naipospos–Lobu Haminjon.

Tak berhenti sampai 2026, pemerintah juga menyiapkan pembenahan infrastruktur kawasan tersebut secara bertahap hingga 2028.

Berdasarkan data R3P, kebutuhan anggaran untuk rencana jangka panjang tersebut diperkirakan mencapai Rp50 miliar.

Bupati Jonius juga menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, TNI AD dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan jembatan.

Menurutnya, kerja bersama tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan ketika pemerintah, masyarakat dan pihak lain bergerak dalam satu tujuan.

Baca Juga :  ECO-Ulos Taput Dorong Tenun Ramah Lingkungan hingga Pasar Global

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, jajaran TNI AD, serta seluruh warga Desa Siantar Naipospos. Sinergi dan semangat gotong royong ini merupakan bukti nyata kebersamaan dalam membantu masyarakat mendapatkan akses transportasi yang aman dan memadai,” ujar Bupati.

Peresmian Jembatan Cinta Kasih Aek Poring kemudian ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah dan masyarakat juga menyerahkan kain ulos kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Bagi warga Siantar Naipospos, jembatan itu bukan sekadar konstruksi yang membentang di atas sungai. Ia adalah jalan pulang bagi aktivitas warga, jalan menuju sekolah bagi anak-anak, sekaligus penghubung kembali dua wilayah yang sempat terputus.

Dengan beroperasinya Jembatan Cinta Kasih Aek Poring, harapan warga untuk mendapatkan akses yang lebih aman dan mudah kini kembali terbuka.

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page