TARUTUNG, LIVESUMUT.Com— Polemik mengenai aroma pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pusaka mendapat klarifikasi setelah dilakukan pemantauan dan pengujian langsung terhadap makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat, Kamis (27/8/2026).
Dari hasil pemantauan dan serangkaian uji organoleptik yang dilakukan tim kesehatan, menu MBG yang terdiri dari nasi putih, telur ceplok saus tiram, mix vegetable, orek tempe, dan buah jeruk dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKPPKB, Sevenris CD. Butarbutar, SKM, MKM, bersama Tim Kesehatan Lingkungan turun langsung ke SD Latihan Aek Ristop untuk mengambil sampel menu yang sebelumnya menjadi perhatian.
Sampel tersebut kemudian dibawa ke SPPG Pusaka sebagai dapur tempat makanan diolah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pengujian terhadap food waste, khususnya telur ceplok saus tiram yang berada di omprengan, dilakukan uji organoleptik melalui pembauan. Hasilnya tidak ditemukan indikasi makanan basi.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan terhadap saus tiram, baik melalui pembauan maupun pencicipan. Hasil pengujian menunjukkan saus tersebut masih memiliki karakteristik aroma dan rasa khas saus tiram serta tidak menunjukkan tanda-tanda basi.
Pengujian juga dilakukan terhadap menu yang tersimpan di bank sample. Untuk memastikan kondisi menu telur ceplok saus tiram, dilakukan pengujian organoleptik dengan mengonsumsi langsung makanan tersebut.
Sevenris menyampaikan bahwa hasil pengujian tidak menemukan bau maupun rasa yang menyimpang. Bahkan, setelah lebih dari 45 menit mengonsumsi makanan tersebut, tidak terdapat tanda-tanda gangguan pencernaan.
“Dari hasil pemantauan dan uji yang kami lakukan terhadap menu hari ini, Kamis 27 Agustus 2026, di Dapur MBG SPPG Pusaka, dapat disimpulkan bahwa menu tersebut aman dikonsumsi,” ujar Sevenris.
Ia juga menjelaskan bahwa informasi mengenai makanan yang disebut “basi” di media sosial diduga berkaitan dengan aroma khas saus tiram yang belum tentu familiar bagi seluruh penerima manfaat.
“Informasi ‘basi’ yang beredar di media sosial mungkin disebabkan aroma saus tiram yang penggunaannya belum familiar dalam bumbu masakan di rumah,” jelasnya.
Sementara itu, Owner SPPG Pusaka, Franky Hutabarat, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai aroma atau bau amis yang dirasakan pada menu MBG tersebut.
Menurut Franky, aroma yang muncul diduga berasal dari penggunaan saus tiram sebagai salah satu bahan dalam proses pengolahan makanan. Saus tiram memang memiliki aroma khas dari bahan bakunya dan dalam kondisi tertentu aromanya dapat terasa lebih kuat.
“Bau yang tercium pada makanan tersebut diduga berasal dari penggunaan saus tiram sebagai salah satu bahan dalam proses pengolahan menu. Saus tiram memiliki aroma khas yang berasal dari bahan bakunya, sehingga pada kondisi tertentu aromanya dapat lebih kuat dan oleh sebagian penerima manfaat dapat tercium seperti bau amis,” kata Franky.
Ia menegaskan, penggunaan saus tiram merupakan bagian dari upaya memberikan variasi cita rasa pada menu MBG. Namun, pihak SPPG memahami bahwa aroma yang terlalu kuat dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian penerima manfaat.
Karena itu, SPPG Pusaka akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan dan takaran saus tiram, termasuk proses pengolahan serta penyimpanan makanan. Pengawasan terhadap kualitas bahan baku dan proses pengolahan juga akan ditingkatkan sebelum makanan didistribusikan.
“Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi SPPG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis,” ujar Franky.
Kegiatan pemantauan dan pengujian tersebut turut dihadiri Korwil BGN Syah M. Lubis, Owner SPPG Pusaka Franky Hutabarat, serta tim manajemen SPPG Pusaka.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, pihak terkait menegaskan bahwa menu MBG SPPG Pusaka pada Kamis, 27 Agustus 2026, berdasarkan pemantauan dan uji organoleptik yang dilakukan, dinyatakan aman dikonsumsi.












