P.SIDIMPUAN | LIVESUMUT.com – Pertemuan perdana Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Herizal Yusuf, dengan warga binaan diwarnai pesan tegas khususnya peredaran narkoba dan handphone di dalam lapas.
Hal itu disampaikannya langsung ke para warga binaannya yang digelar di Lapangan Serbaguna Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Sabtu (22/8/2026).
Herizal didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Riscwel Hutagalung, Kasi Kamtib Ambri, Kasi Binadik Erikjen Silalahi, pejabat eselon V dan jajaran Lapas Padangsidimpuan.
Dalam pertemuan itu, Herizal memperkenalkan diri sekaligus mengajak warga binaan menjaga kebersihan dan kerapian kamar. Ia menyebut kebersihan menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan selama menjalani masa pembinaan.
“Mari kita jaga kebersihan kamar masing-masing, karena kebersihan kamar itu sangat perlu untuk menjaga kesehatan kita selama menjalani masa pidana di dalam lapas,” ujar Herizal.
Selain kebersihan, ia meminta warga binaan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Herizal juga mengingatkan agar setiap persoalan diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik baru.
“Ayo jaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Apabila ada permasalahan, mari kita selesaikan dengan baik di dalam lapas,” katanya.
Narkoba dan Handphone Tak Ada Toleransi
Pesan paling tegas disampaikan Herizal terkait peredaran narkoba dan handphone di dalam lapas.
Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap warga binaan yang terlibat dalam peredaran narkoba maupun handphone.
“Tidak ada toleransi terhadap peredaran narkoba dan handphone di dalam lapas,” tegas Herizal.
Ia meminta warga binaan mengisi masa pembinaan dengan berbagai kegiatan positif dan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban lapas.
Herizal juga mengingatkan agar persoalan yang terjadi selama berada di dalam lapas tidak dibawa setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
“Jangan sampai permasalahan yang ada di sini terbawa sampai keluar lapas, karena tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Herizal mengajak warga binaan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ia meminta warga binaan menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing serta memperdalam ilmu keagamaan selama menjalani masa pembinaan.
“Kepada warga binaan yang beragama Islam agar lebih mendalami ilmu keagamaannya, yang Nasrani agar melaksanakan ibadah di dalam gereja dan kepada warga binaan yang beragama lain agar menjalankan ibadahnya di dalam kamar,” kata Herizal.
Ia berharap warga binaan dapat menggunakan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, berpikir positif dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. (JN-Irul)






