Taput, LIVESUMUT.com — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus berupaya menjaga roda pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah tetap berjalan di tengah tekanan fiskal yang sedang dihadapi.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh Pemkab Tapanuli Utara adalah melakukan koordinasi dan konsultasi langsung dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah memperjuangkan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp142,87 miliar.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kemampuan fiskal daerah tetap memadai dalam memenuhi berbagai kewajiban sekaligus menjaga kebutuhan dasar masyarakat.
Tambahan anggaran yang diusulkan tidak sekadar untuk menutup kebutuhan keuangan, tetapi diarahkan pada sejumlah sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Sebesar Rp75 miliar diusulkan untuk peningkatan infrastruktur. Anggaran ini diharapkan dapat mempercepat pembenahan fasilitas publik dan aksesibilitas wilayah, termasuk infrastruktur yang membutuhkan penanganan pascabencana.
Selanjutnya, Rp20 miliar dialokasikan untuk memperkuat pelayanan dasar. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada perangkat daerah, terutama sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Rp47,87 miliar diperuntukkan bagi pemenuhan kekurangan belanja pegawai. Ketersediaan anggaran ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan pemerintahan, stabilitas aparatur, serta produktivitas penyelenggaraan tata kelola daerah.
Pemkab Tapanuli Utara menilai perjuangan memperoleh tambahan DAU merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara keterbatasan fiskal dan tuntutan pelayanan masyarakat.
Di tengah ruang fiskal yang terbatas, pemerintah daerah berupaya memastikan pembangunan tidak kehilangan arah dan pelayanan dasar tidak mengalami gangguan. Kebijakan anggaran pun diarahkan agar tetap terukur, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemkab Tapanuli Utara untuk mempertahankan kualitas pelayanan publik serta memastikan agenda pembangunan daerah tetap berjalan meski menghadapi tantangan keuangan.












