Scroll untuk baca artikel
Daerah

Jelang Aksi di DPR 27 Agustus, Polisi Libatkan Ormas dan Ojol Amankan Bekasi

41
×

Jelang Aksi di DPR 27 Agustus, Polisi Libatkan Ormas dan Ojol Amankan Bekasi

Sebarkan artikel ini
Melalui kegiatan Sabuk Kamtibmas Jaga Jakarta Jaga Bekasi, Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari bersama jajaran duduk bersama, bercengkerama, dan berdialog hangat dengan komunitas ojek online (ojol) serta berbagai elemen organisasi kemasyarakatan (ormas).

BEKASI, LIVESUMUT.com – Menjelang aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026), polisi memperkuat pengamanan di Kabupaten Bekasi.

Sejumlah unsur masyarakat dilibatkan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi agar situasi di Jakarta tidak berdampak terhadap keamanan wilayah Kabupaten Bekasi.

Klik disini!

Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono, mengatakan polisi menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pengemudi ojek online (ojol).

“Kami menggandeng segala unsur masyarakat yang ada, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, Forkopimda, termasuk Sabuk Kamtibmas, ormas, Karang Taruna, ojol (ojek online), kami kerahkan,” ujar Ikhlas dilansir dari Kompas, Rabu (26/8/2026).

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👆

Menurut Ikhlas, keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut penting untuk menjaga Kabupaten Bekasi agar tetap aman selama berlangsungnya aksi di Jakarta.

Baca Juga :  Pastikan Hewan Peliharaan Aman, Bhabinkamtibmas Kawal Vaksinasi Rabies

Ia meminta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak memberikan ruang bagi pihak yang berusaha memanfaatkan situasi untuk melakukan provokasi maupun kerusuhan.

“Sama-sama kita menjaga rumah kita, Kabupaten Bekasi ini, jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Polisi Minta Warga Waspadai Orang Asing

Ikhlas mengatakan, masyarakat dan tokoh lingkungan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan karena mereka lebih mengetahui kondisi wilayah serta mengenali warga yang tinggal di lingkungan masing-masing.

Dengan pemantauan bersama, keberadaan orang yang tidak dikenal maupun aktivitas mencurigakan diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan dilaporkan kepada polisi.

“Sehingga, kalau ada orang asing masuk, ini bisa cepat kita deteksi,” ujar Ikhlas.

Warga diminta segera melapor apabila menemukan orang atau aktivitas yang mencurigakan. Laporan dapat disampaikan melalui polsek terdekat maupun layanan kepolisian 110.

Baca Juga :  Upacara Hari Lahir Pancasila 2025, Bupati Humbahas Bacakan Amanat BPIP

Polisi Pantau Provokasi di Media Sosial

Selain mengamankan lingkungan, polisi juga meminta masyarakat tidak mudah percaya maupun terpengaruh informasi yang beredar di media sosial.

Ikhlas mengatakan, pihaknya menemukan adanya ajakan yang berpotensi memicu kerusuhan. Polisi pun tengah melacak pihak yang menyebarkan informasi tersebut.

“Kami sedang melacak siapa yang menyebarkan ujaran-ujaran, ajakan-ajakan untuk melakukan kerusuhan maupun tindakan-tindakan anarkis,” katanya.

Masyarakat diimbau tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama konten yang mengandung provokasi atau ajakan melakukan tindakan anarkis.

Belum Ada Aksi di Kabupaten Bekasi

Ikhlas mengungkapkan, hingga saat ini belum ada informasi mengenai titik aksi unjuk rasa di Kabupaten Bekasi. Aksi yang menjadi perhatian kepolisian masih terpusat di Jakarta.

Baca Juga :  Polres Pematangsiantar Luncurkan Gerakan Pangan Murah

Meski demikian, pengamanan di Kabupaten Bekasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi. Polisi mewaspadai kemungkinan adanya pihak yang mencoba memprovokasi warga atau mengajak massa bergerak menuju Jakarta.

Empat Kelompok Dijadwalkan Aksi di DPR

Sebagai informasi, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Sedikitnya empat kelompok akan menyampaikan aspirasi dengan tuntutan berbeda, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

Di tengah rencana aksi tersebut, polisi mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bekasi, termasuk ormas, Karang Taruna, Sabuk Kamtibmas dan ojol, ikut menjaga keamanan agar situasi tetap kondusif.

You cannot copy content of this page