Kudus (Jawa Tengah) , LIVESUMUT.com — Ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini terjadi sejak Kamis (29/1/2026) pagi, ketika sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tidak enak badan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hingga siang hari, jumlah siswa dengan gejala serupa terus bertambah.
Dilansir dari Muria.SuaraMerdeka, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus, Mustiko Wibowo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari sekolah.
“Ada dugaan para siswa keracunan MBG menu kemarin (Rabu). Gejalanya mulai muncul pagi ini,” katanya.
Mustiko menjelaskan, Dinkes Kudus segera berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit untuk mengerahkan ambulans dan memastikan penanganan berjalan optimal. Hingga saat ini, lebih dari 200 siswa telah dievakuasi ke rumah sakit, sementara siswa lainnya masih menjalani pemeriksaan di ruang UKS sekolah.
“Kami masih mendata jumlah pastinya. Untuk optimalisasi pelayanan korban kami kirim ke sejumlah rumah sakit seperti RSUD Kudus, RS Sarkies, RS Kumala Siwi, dan RS Aisyiyah,” ujarnya.
Menurut Mustiko, proses pendataan dan penelusuran penyebab keracunan masih terus dilakukan, termasuk pemeriksaan terhadap menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada Rabu (28/1/2026).
Salah satu siswa kelas XII, Alya, mengungkapkan bahwa menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya memang terasa tidak seperti biasanya. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, tempe, ayam, cambah, dan kuah soto.
“Menu MBG kemarin rasanya memang agak aneh. Seperti sudah basi. Semalam saya juga merasa pusing. Tetapi Alhamdulillah tidak sampai parah seperti teman-teman saya yang lain,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut serta memastikan kondisi para siswa terus membaik.













