Scroll untuk baca artikel
Advertisement
2 Tahun Anniversary
Bertumbuh dalam Kepercayaan, Bergerak untuk Kebenaran
Advertisement
Iklan Toyota Santo Manalu - Sales Consultant Toyota Deltamas Medan
Daerah

Taput Jadi Tuan Rumah Konas Perempuan Gereja 2026, JTP Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

34
×

Taput Jadi Tuan Rumah Konas Perempuan Gereja 2026, JTP Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Sebarkan artikel ini

TAPUT, LIVESUMUT.com – Kabupaten Tapanuli Utara menjadi pusat perhatian nasional dengan digelarnya Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gereja PGI Tahun 2026. Kegiatan yang mempertemukan perempuan gereja dari berbagai daerah di Indonesia tersebut resmi dibuka di Auditorium Seminarium HKBP Sipoholon, Rabu (4/11/2026).

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menyambut langsung pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Tapanuli Utara sebagai tuan rumah pertemuan berskala nasional ini.

Pembukaan Konas turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI secara daring maupun luring, perwakilan pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), pimpinan sinode gereja, Ketua Umum Panitia Dra. Sandra Hutabarat br Sidabutar, unsur Forkopimda, serta sekitar 150 peserta dari 39 sinode anggota PGI, PGIW, dan lembaga mitra.

Baca Juga :  USI Berangkatkan Tim KSR PMI Salurkan Bantuan ke Tapteng–Sibolga, Rektor: Kita Tetap Satu dalam Kemanusiaan

Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa kehadiran para perempuan gereja dari berbagai penjuru Indonesia merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Tapanuli Utara.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mendukung berbagai kegiatan yang memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat, termasuk kegiatan yang mendorong penguatan kapasitas dan peran perempuan.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah, gereja, dan masyarakat merupakan elemen yang saling berkaitan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan sejahtera.

“Kami selalu berusaha hadir dalam setiap kegiatan yang membawa kebaikan bagi daerah dan bangsa. Kehadiran para ibu dan perempuan hebat dari seluruh Indonesia di Tapanuli Utara ini membawa berkat tersendiri bagi daerah kami,” ungkap JTP Hutabarat.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya peran perempuan gereja dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan global atau yang dikenal dengan istilah polikrisis. Ia menilai perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan, memperkuat solidaritas sosial, serta menjaga nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

Baca Juga :  Menguak Konflik PT Toba Pulp Lestari: Deforestasi, Pelanggaran Hak Adat, dan Krisis Lingkungan di Kawasan Danau Toba

Baginya, perempuan bukan hanya memiliki peran penting dalam membangun keluarga, tetapi juga berkontribusi besar dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Pendidikan moral, keteladanan, serta penanaman nilai kehidupan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang kuat dan berintegritas.

“Perempuan gereja harus tampil sebagai agen transformasi yang membawa terang, keadilan, dan kebenaran. Perannya sangat dibutuhkan untuk menjawab kompleksitas tantangan zaman,” tegasnya.

Tidak hanya menyambut para peserta, Bupati JTP Hutabarat juga memanfaatkan momentum nasional tersebut untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan potensi pariwisata Tapanuli Utara. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama berada di daerah itu untuk mengenal lebih dekat keindahan serta keunikan budaya lokal.

Baca Juga :  Malam Natal di Tarutung Diwarnai Pencurian, Dua Rumah Jadi Sasaran

Konas Perempuan Gereja PGI 2026 berlangsung pada 4–6 November 2026 dengan mengangkat tema “Hiduplah sebagai Terang yang Membuahkan Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran” (Efesus 5:8b–9).

Sementara subtema yang diusung adalah “Perempuan Gereja di Tengah Polikrisis: Menjadi Agen, Menggerakkan Solidaritas dan Transformasi”.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata untuk memperkuat kontribusi perempuan gereja dalam menjawab persoalan sosial, kemanusiaan, serta tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga berharap Konas ini tidak sekadar menjadi ruang pertemuan dan diskusi, tetapi mampu melahirkan kolaborasi berkelanjutan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page