TAPUT, LIVESUMUT.com – Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan UMKM Tapanuli Utara Naik Kelas Tahun 2026 bertema “Branding Kuat, Digital Hebat, Produk Lokal Menuju Go Export” di Aula Hotel Grand Libra Beach 2, Muara, Selasa (3/11/2026), yang dihadiri Ketua Dekranasda Taput, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat br. Purba.
Neny menyampaikan, Tapanuli Utara memiliki sekitar 29.313 pelaku UMKM yang tersebar di 15 kecamatan, dengan produk unggulan seperti kopi Arabika Sigarar Utang, ulos, kacang Sihobuk, gitar Sipoholon, sambal andaliman, dan kerajinan rotan.
“Potensi produk lokal kita sangat besar. Karena itu, kualitas produk, kemasan, branding, dan pemasaran digital harus terus diperkuat agar UMKM Taput mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas,” demikian pesan Neny dalam kegiatan tersebut.
Sepanjang 2026, Dekranasda telah mendorong pengembangan 150 produk unggulan dan membina sekitar 150 penenun. Pendampingan juga dilakukan melalui empat Local Champion, yakni Dame Ulos, Soho Ulos, Rumah Ulos, dan Vera Galery Ulos. Produk lokal Taput turut dipromosikan melalui pameran nasional, termasuk Karya Kreatif Indonesia dan Indonesia Fashion Week.
Pelatihan yang berlangsung pada 2–4 November 2026 ini mengutamakan praktik sebesar 70 persen. Peserta mendapatkan materi tentang strategi branding, desain kemasan, pemasaran digital, legalitas usaha, sertifikasi, pendaftaran merek, hingga standar ekspor.
Melalui pelatihan ini, Dekranasda berharap pelaku UMKM semakin siap memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan nilai jual produk, serta memperluas akses pasar.
Dengan penguatan kualitas dan strategi pemasaran, produk unggulan Tapanuli Utara diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












