TAPUT, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong petani memanfaatkan potensi pertanian dan peternakan menjadi peluang usaha bernilai ekonomi. Salah satunya melalui pengolahan pupuk organik yang berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Komoditi Pengolahan Pupuk Organik di GOR Chessan, Kecamatan Pahae Jae, Senin (27/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Oktober ini dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., dan dibuka Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga.
Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan mengapresiasi dukungan Komisi VII DPR RI, Kementerian Perindustrian, dan Bank Sumut dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Potensi pertanian dan peternakan harus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Direktur Industri Aneka Kementerian Perindustrian, Reny Meilany, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya peningkatan keterampilan pelaku usaha agar industri kecil dan menengah berbasis potensi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pelatihan ini juga menghadirkan wirausahawan Mayer Silaban, Pimpinan Cabang Bank Sumut Waringin Hutabarat, Pimpinan Cabang Pembantu Bank Sumut Frengki Tambunan, serta Kepala Dinas PMPTSP Taput Eliston Lumbantobing. Materi mencakup pengembangan usaha, permodalan, dan perizinan.
Melalui program ini, para petani Pahae Jae diharapkan mampu merintis usaha pengolahan pupuk organik secara produktif. Langkah tersebut sejalan dengan semangat “Pertanian Berkelanjutan untuk Ekonomi Tapanuli Utara Maju” guna memperluas kesempatan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.












