Scroll untuk baca artikel
Advertisement
2 Tahun Anniversary
Bertumbuh dalam Kepercayaan, Bergerak untuk Kebenaran
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Daerah

Festival Ulos dan Fashion 2026 Dibuka, Taput Siapkan Warisan Budaya Jadi Motor Ekonomi

6
×

Festival Ulos dan Fashion 2026 Dibuka, Taput Siapkan Warisan Budaya Jadi Motor Ekonomi

Sebarkan artikel ini

TAPUT, LIVESUMUT.com – Kain ulos tidak hanya menjadi simbol adat dan identitas masyarakat Batak, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Semangat tersebut mewarnai pembukaan Festival Ulos dan Fashion Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Sopo Partungkoan, Tarutung, Kamis (29/10/2026).

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., secara resmi membuka festival tersebut sebagai bagian dari peringatan Hari Ulos. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus membuka ruang inovasi bagi pelaku industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Deni menegaskan bahwa ulos memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sekadar kain tradisional. Di balik setiap motif dan penggunaannya, tersimpan nilai kasih sayang, penghormatan, doa, persatuan, serta ikatan kekeluargaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Batak.

Menurutnya, menjaga kelestarian ulos berarti mempertahankan filosofi dan nilai luhur yang melekat di dalamnya, bukan hanya merawat bentuk, warna, maupun motifnya. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting untuk mengenal, memahami, dan meneruskan warisan budaya tersebut.

Baca Juga :  Merawat Harangan Tapanuli Menjaga Asa Ekonomi Masyarakat

Festival Ulos dan Fashion 2026 diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan kekayaan tradisi dengan kreativitas modern. Melalui perpaduan budaya, fesyen, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan, ulos diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa kehilangan karakter khasnya.

Pengembangan ulos menjadi busana modern, produk kriya, cenderamata, hingga berbagai produk kreatif lainnya dinilai dapat meningkatkan nilai jual serta daya saing produk lokal. Peluang ini sekaligus membuka kesempatan bagi para perajin, desainer, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dengan inovasi yang tepat, ulos tidak hanya dapat bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi salah satu produk unggulan yang memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tapanuli Utara.

Baca Juga :  Lurah dan Camat Medan Denai Dianggap Tidak Berani Temui Warga, Pemuda Muhammadiyah Desak Sidak

Deni juga menekankan bahwa upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas budaya, lembaga pendidikan, media, sektor pariwisata, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi.

Baginya, menjaga warisan leluhur bukan sekadar tanggung jawab satu kelompok, melainkan komitmen bersama yang harus diwujudkan melalui langkah konkret dan berkesinambungan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap festival ini dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerah, khususnya di kalangan generasi muda. Selain menjadi ruang apresiasi terhadap ulos, kegiatan ini juga diharapkan mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang mampu menjadikan budaya Batak semakin relevan dengan perkembangan zaman.

Kehadiran festival tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi budaya Tapanuli Utara kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan dukungan sektor pariwisata dan industri kreatif, ulos berpeluang menjadi daya tarik yang memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Ibu Pedagang Sayur di Lumut Dituntut Penjara, Kuasa Hukum: Ia Datang Menyelamatkan Suaminya

Pembukaan festival turut dihadiri Staf Ahli PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Lisa Deni Lumbantoruan boru Malau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah terkait, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerhati budaya, perajin ulos, desainer, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, insan pariwisata, serta peserta festival.

Di penghujung sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka Festival Ulos dan Fashion Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat dan mengembangkan ulos sebagai simbol identitas, persatuan, serta kekuatan budaya Batak.

Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemkab Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk menjadikan warisan budaya bukan hanya sebagai kebanggaan sejarah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi, peluang usaha, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page