Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
DaerahTNI/Polri

Siswa SD di P.Sidimpuan Meninggal Mendadak, Visum Temukan Luka Bakar dan Memar

341
×

Siswa SD di P.Sidimpuan Meninggal Mendadak, Visum Temukan Luka Bakar dan Memar

Sebarkan artikel ini
Foto: Suasana pemeriksaan jenazah Restu Zahir Wijaya, siswa SD di Padangsidimpuan yang meninggal dunia setelah ditemukan tidak sadarkan diri di lingkungan sekolah, Rabu (14/10/2026).

P.SIDIMPUAN | LIVESUMUT.com – Kematian seorang siswa kelas V SD Negeri 200309 Padangsidimpuan, Restu Zahir Wijaya, menyisakan tanda tanya.

Bocah yang ditemukan tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air di lingkungan sekolahnya itu dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit, Rabu (14/10/2026).

Hasil pemeriksaan visum terhadap jenazah korban menemukan sejumlah luka, mulai dari luka bakar di bagian belakang siku tangan kiri hingga luka memar dan lecet pada beberapa bagian tubuh.

Sementara itu, dugaan awal menyebutkan korban tersengat arus listrik dari mesin pompa air. Namun, penyebab pasti kematian siswa yang tinggal di Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan kepolisian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat kegiatan olahraga berlangsung di lingkungan sekolah.

Dalam keterangan awal, sejumlah siswa disebut keluar kelas dan bermain di sekitar lokasi ketika guru yang bertugas tidak berada di kelas.

Seorang guru bernama Fitri Hayati (46) kemudian menemukan korban dalam kondisi telungkup dan tidak sadarkan diri di dekat pompa air, tepatnya di antara dinding rumah dinas sekolah dan dinding beton sumur.

Baca Juga :  Pemkab Taput Gelontorkan Rp38 Miliar untuk JKN Tahun 2026

Melihat kondisi korban, Fitri meminta bantuan guru lainnya agar korban segera mendapatkan pertolongan.

Korban selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan awal. Namun, pihak puskesmas menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Metta Medika Padangsidimpuan. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima personel kepolisian melalui laporan dari Kepala Desa Purwodadi. Bhabinkamtibmas kemudian mengecek lokasi dan melaporkannya kepada jajaran Polres Padangsidimpuan.

Sekitar pukul 12.40 WIB, personel Polres Padangsidimpuan bersama personel Polsek Batunadua dan tim identifikasi tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan.

Dari pengecekan awal menggunakan alat tespen, petugas menemukan indikasi adanya aliran listrik pada badan mesin pompa air.

Petugas PLN yang turut melakukan pemeriksaan juga menerangkan adanya dugaan kebocoran pada elemen atau gulungan kabel di dalam mesin pompa air, sehingga badan mesin diduga dialiri arus listrik.

Baca Juga :  TPL Bangun Kemandirian Ekonomi Warga Tornauli dengan 3.000 Bibit Kopi dan Pelatihan

Pompa air tersebut diketahui terhubung dengan instalasi listrik rumah dinas sekolah. Sementara itu, saklar berada di bagian dapur rumah dinas.

Saat kejadian, penghuni rumah dinas dilaporkan sedang tidak berada di tempat. Dalam keterangan yang tercantum pada laporan, listrik rumah dinas biasa dinyalakan melalui meteran ketika ada tetangga yang membutuhkan.

Mesin pompa air itu berada di depan rumah dinas, dengan jarak sekitar 50 sentimeter dari dinding beton sumur.

Meski terdapat indikasi aliran listrik pada mesin pompa, polisi belum memastikan bahwa sengatan listrik tersebut merupakan penyebab kematian korban.

Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ditemukan luka memar pada pipi kanan dengan diameter sekitar 0,5 sentimeter, luka lecet pada siku kanan, serta luka bakar tidak beraturan di bagian belakang siku tangan kiri.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Taput Ajak Desa Parbubu I Optimalkan Pokja

Dokter juga menemukan luka lecet pada lengan atas dan lengan bawah kiri, memar pada lengan atas kiri dengan diameter sekitar satu sentimeter, serta memar pada lengan kanan.

Dalam kesimpulan visum, luka bakar tersebut disebut disebabkan oleh ruda paksa panas. Adapun luka memar dan lecet dinyatakan disebabkan oleh ruda paksa tumpul.

Namun, temuan luka-luka tersebut belum menetapkan penyebab pasti kematian korban. Dalam laporan kepolisian disebutkan bahwa penyebab kematian masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan TKP, polisi turut mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian tersebut, yakni satu unit mesin pompa air yang masih terpasang di lokasi, satu utas kabel listrik, serta pakaian sekolah milik korban.

Personel yang terlibat dalam penanganan kejadian antara lain Kapolsek Batunadua AKP Sulaiman Rangkuti, Pamapta Polres Padangsidimpuan Ipda Tonny Roy Chandra, S.H., M.H., serta personel identifikasi dan piket fungsi.

Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti kematian Restu Zahir Wijaya masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page