Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Community Development (CD).
Kali ini, Dusun Tornauli, Desa Manalu Dolok, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, menjadi sasaran dukungan TPL dalam bentuk pelatihan budidaya kopi dan penyediaan sarana produksi pertanian.
Pelatihan yang dilaksanakan pada pertengahan April 2025 ini disambut antusias oleh warga Dusun Tornauli.
Tak hanya menerima pelatihan teknis budidaya kopi, warga juga mendapatkan bantuan berupa 3.000 batang bibit kopi, 25 botol fertilizer cair, dan 120 sak pupuk kompos.
Seluruh bantuan diserahkan kepada peserta pelatihan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan keterampilan bertani yang berkelanjutan.
Maria Pasaribu dan Thasya Sirait, CD Officer TPL, dalam keterangan yang disampaikan Rabu (30/4/2025), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal.
“Perusahaan ingin masyarakat, terkhusus Dusun Tornauli dapat melihat potensi besar dari tanaman kopi sebagai sumber penghasilan jangka panjang. Melalui pelatihan dan dukungan sarana ini, kami berharap petani dapat mulai mengembangkan kebun kopi secara mandiri,” ujar Maria.
Maria juga menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya soal bantuan material, namun lebih jauh lagi adalah tentang membangun pengetahuan dan kemitraan jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat.
“Perusahaan ingin menjadi mitra yang tumbuh bersama masyarakat. Harapannya, ke depan warga Dusun Tornauli bisa menjadi contoh desa produktif yang mampu memanfaatkan potensi alamnya secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan TPL tidak hanya berkutat pada kegiatan operasional industri, tetapi juga membawa dampak positif melalui pembangunan kapasitas ekonomi masyarakat.
Dukungan terhadap pertanian kopi ini membuka peluang bagi Dusun Tornauli untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di sektor agrikultur, sekaligus menciptakan harapan bagi generasi muda untuk kembali mencintai pertanian.
Dengan sinergi antara pelatihan, dukungan alat produksi, dan pendampingan berkelanjutan, optimisme tumbuh di tengah masyarakat.
Harapan pun menguat bahwa kopi bukan hanya komoditas, tetapi juga jalan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.













