Scroll untuk baca artikel
Advertisement
2 Tahun Anniversary
Bertumbuh dalam Kepercayaan, Bergerak untuk Kebenaran
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Daerah

Main Borgol-Borgolan dengan Suami, Seorang Istri di Cimahi Minta Tolong Damkar

507
×

Main Borgol-Borgolan dengan Suami, Seorang Istri di Cimahi Minta Tolong Damkar

Sebarkan artikel ini

Jawa Barat, LIVESUMUT.com – Sebuah aksi iseng pasangan suami istri (pasutri) asal Kota Cimahi, Jawa Barat, viral di media sosial.

Seorang perempuan berinisial NH harus meminta bantuan ke Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi setelah kedua tangannya tak bisa dibebaskan dari jeratan borgol.

Peristiwa unik ini terjadi saat NH dan suaminya tengah bercanda menggunakan borgol milik pribadi.

Namun, candaan itu berubah jadi serius ketika kunci borgol patah dan borgol tidak dapat dibuka.

“Setelah dibuka, yang suaminya ternyata bisa, tetapi yang istrinya tidak bisa dibuka, akhirnya mereka datang ke mako damkar, kita layani,” ujar Kasi Pemadam dan Penyelamatan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, Sabtu (7/6/2025), dilansir dari Beritasatu.

Baca Juga :  Gebyar PAUD Taput, Dari Keluarga Tumbuh Generasi Sehat dan Berkarakter

Tim Rescue Regu 1 Damkar Cimahi langsung melakukan penanganan menggunakan alat mini grinder.

Proses pelepasan borgol berlangsung selama kurang lebih 40 menit dan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak melukai korban.

“Penanganannya agak lama juga pakai mini grinder, dipotong, tetapi yang satunya lagi kita coba otak-atik bisa pakai kawat dan alhamdulillah aman,” ungkap Aep.

Meski sempat tegang, suasana menjadi lebih cair setelah Aep melempar candaan kepada korban.

“Sempat saya candain, jangan dahulu ditangani, takutnya itu ada tahanan yang lepas,” kata Aep sambil tertawa.

Baca Juga :  Open House Awal Tahun, Pemkab Samosir Gaungkan Semangat Kolaborasi Bangun Daerah

Beruntung, proses pelepasan berjalan lancar dan NH berhasil dibebaskan dari borgol tanpa luka.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati menggunakan peralatan tertentu, meski hanya untuk bercanda.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa aksi iseng yang tampak sepele bisa berujung serius dan kadang membutuhkan keahlian teknis dari tim penyelamat.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page