Scroll untuk baca artikel
Travel

Bupati Samosir Dampingi Gubsu di Konferensi Perdana Geowisata Toba

654
×

Bupati Samosir Dampingi Gubsu di Konferensi Perdana Geowisata Toba

Sebarkan artikel ini

Samosir, LIVESUMUT.com – Komitmen menjaga kelestarian Danau Toba sebagai warisan bumi kembali ditegaskan pada The 1st International Conference, Geotourism Destination Toba Caldera UNESCO Global Geopark 2025, yang digelar di Hotel Khas Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (8/7/3025).

Bupati Samosir Vandiko T Gultom hadir mendampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, bersama sejumlah pejabat Pemkab Samosir, yakni Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, serta Kaban Bappedalitbang Rajoki Simarmata.

Pembukaan konferensi ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, yang sekaligus meluncurkan logo baru Toba Caldera UNESCO Global Geopark bersama Gubernur Bobby Nasution.

Dalam sambutannya, Gubsu Bobby mengajak seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk satu visi dalam merawat kelestarian kawasan yang saat ini masih berstatus yellow card dari UNESCO.

Baca Juga :  Bupati Samosir Ajukan Rp416 Miliar ke Menkes Untuk Layanan Masyarakat dan Wisatawan

“Saya minta seluruh Bupati se-kawasan Danau Toba semangat dan tekadnya harus sama. Meskipun kegiatan sudah disusun tahun sebelumnya, tetapi saya yakin kepala daerah punya kebijakan agar upaya re-validasi (peningkatan pengelolaan kawasan Toba Kaldera) bisa berlangsung guna memenuhi standar UNESCO sebagai warisan bumi,” ujar Bobby.

Bobby menyebut status green card harus diperjuangkan dengan memenuhi tiga aspek utama: geologi, warisan budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Menurutnya, pengelolaan yang baik bukan hanya untuk melindungi alam, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Samosir Hadiri RUPS Bank Sumut 2025

“Ini tugas kita bersama sebagai umat manusia, bagaimana menjadikan alam yang sudah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, kita bisa menjaganya dan melestarikan hingga mampu menceritakannya sebagian kekayaan alam dan budaya kepada generasi penerus,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya inovasi dan harmoni dalam mengelola kawasan geopark.

“Forum ini sangat penting untuk ruang dimana ide tumbuh menjadi aksi. Status Geopark bukan hanya sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga sebagai peluang untuk membuka ruang pembelajaran, dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” sebut Menpar.

Widiyanti berharap konferensi ini menjadi awal dari rangkaian forum yang melahirkan inovasi lokal, lapangan kerja, serta ekonomi baru yang tetap menjaga nilai-nilai alam dan budaya.

Baca Juga :  Jelang Libur Lebaran, Ditlantas Polda Sumut Cek Jalur Wisata di Samosir

“UNESCO telah memberikan panduan melalui tiga pilar utama geopark global. Yaitu perlindungan, edukasi dan pengembangan berkelanjutan. Melalui geowisata, kita dapat mendorong inovasi lokal, menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan nilai alam maupun budaya,” ujar Menpar, sekaligus membuka secara resmi konferensi internasional ini.

Konferensi ini juga dihadiri oleh GM Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Azizul Kholis, Kepala BPODT Jimmy Bernando Panjaitan, Bupati Simalungun Anton Saragih, Bupati Toba Effendy Napitupulu, Bupati Pakpak Bharat Franc B Tumanggor, perwakilan kepala daerah se-kawasan Danau Toba, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

You cannot copy content of this page