Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bupati Humbahas Hadiri Rapat Strategis Bersama Menpar dan Gubsu Bahas Geopark Toba

430
×

Bupati Humbahas Hadiri Rapat Strategis Bersama Menpar dan Gubsu Bahas Geopark Toba

Sebarkan artikel ini

Humbahas, LIVESUMUT.com | Komitmen menjaga Danau Toba sebagai warisan bumi dunia kembali ditegaskan dalam rapat strategis pengembangan Geopark Kaldera Toba yang digelar di The Kaldera Sibisa, Kabupaten Toba, Selasa (8/7).

Pertemuan penting ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, serta kepala daerah se-kawasan Danau Toba, termasuk Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan P Nababan SH MH.

Dalam rapat tersebut, Kementerian Pariwisata menegaskan dukungannya untuk mendorong Geopark Kaldera Toba sebagai destinasi wisata yang lebih maju dan berkelanjutan.

Geopark ini, menurut Menpar, merupakan wujud visi pariwisata Indonesia yang menghadirkan harmoni antara alam, budaya, ilmu pengetahuan, dan sejarah.

Sebelum rapat di Sibisa, Menteri Pariwisata lebih dulu membuka Konferensi Pertama Destinasi Geowisata Kaldera Toba UNESCO Global Geopark 2025 di Hotel Khas Parapat, Kabupaten Simalungun.

Baca Juga :  BPK RI Perwakilan Sumut Periksa Laporan Keuangan Pemkab Toba

Dalam sambutannya, Gubsu Bobby Nasution mengajak para kepala daerah untuk menyamakan visi, penuh semangat dan tekad dalam menjaga kelestarian Danau Toba, terutama dalam upaya re-validasi status kawasan agar memenuhi standar UNESCO.

“Ini tugas kita bersama sebagai umat manusia. Bagaimana menjadikan alam yang sudah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, kita bisa menjaganya dan melestarikan hingga mampu menceritakannya sebagian kekayaan alam dan budaya kepada generasi penerus,” ungkap Bobby.

Bobby juga mengapresiasi Kemenpar yang cepat merespons upaya mempertahankan status UNESCO dengan menyusun dokumen pengusulan baru.

Saat ini, kawasan Danau Toba masih berstatus yellow card dan diharapkan segera kembali ke green card.

Baca Juga :  Sudah Berdamai dan Terima Haknya, Keluarga Suib Gultom Dinilai Lupa Ucap Terima Kasih

“Karena itu saya minta kita sama-sama untuk bisa melakukan hal terbaik untuk menjaga alam ini, dan bisa dikenal di tingkat dunia sebagai kawasan yang kaya, tidak hanya keindahannya, tetapi nilai sejarah budaya serta partisipasi masyarakat yang mendukung upaya pelestarian alam,” ujarnya.

Bobby menekankan pentingnya tiga aspek utama yang harus dipenuhi: geologi, warisan budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal, yang juga dapat membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan sekitar.

Senada dengan itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi harus selaras dengan pengetahuan, narasi, dan inovasi.

“Forum ini sangat penting untuk ruang dimana ide tumbuh menjadi aksi. Status Geopark bukan hanya sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga sebagai peluang untuk membuka ruang pembelajaran, dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” terang Menpar.

Baca Juga :  Bupati Samosir Hadiri Open House Gubsu, Perkuat Sinergi dan Silaturahmi

Lebih lanjut, Menpar menegaskan pentingnya mengikuti panduan tiga pilar UNESCO: perlindungan, edukasi, dan pengembangan berkelanjutan.

“UNESCO telah memberikan panduan melalui tiga pilar utama geopark global. yaitu perlindungan, edukasi dan pengembangan berkelanjutan. Melalui geowisata, kita dapat mendorong inovasi lokal, menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang ekonomi baru tanpa mengorbankan nilai alam maupun budaya,” tambahnya.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, masyarakat lokal, dan semua pihak terkait demi menjaga dan mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu geopark kebanggaan Indonesia di mata dunia.

You cannot copy content of this page