Scroll untuk baca artikel
Daerah

Kuburan di Toba Menyebar di Sawah dan Pinggir Jalan, Pemkab Diminta Sediakan TPU

524
×

Kuburan di Toba Menyebar di Sawah dan Pinggir Jalan, Pemkab Diminta Sediakan TPU

Sebarkan artikel ini

Toba, LIVESUMUT.com – Keberadaan Taman Pemakaman Umum (TPU) di Kabupaten Toba dinilai sangat penting untuk mendukung tata ruang daerah.Hal ini disampaikan Ketua Forum Peduli Pembangunan Toba, Tito Siahaan, saat audiensi dengan Bupati Toba di ruang kerja bupati, Rabu (12/3/2025) sore.

“Kalau kita lihat sekarang, kuburan dibuat di mana saja, di tengah sawah, di samping rumah, bahkan di pinggir jalan. Jika ini dibiarkan, akan mengganggu perkembangan pembangunan Kabupaten Toba ke depan. Apalagi, biaya pemindahan kuburan jauh lebih mahal dibandingkan memindahkan rumah,” ujar Tito Siahaan.

Baca Juga :  BI dan Pemkab bersama Petani Panen Padi Gamagora di Balige

Menanggapi hal tersebut, Bupati Toba, Effendi Sintong Panangian Napitupulu, menyampaikan bahwa kebutuhan TPU sudah pernah dibahas pada masa kepemimpinan Darwin Siagian.

“Terima kasih Bapak telah mengingatkan kita soal itu. Ini akan menjadi fokus perhatian kita,” kata Bupati.

Bupati kemudian meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Raja Ipan Sinurat, untuk menjelaskan program terkait TPU.

Raja Ipan menjelaskan bahwa pembahasan soal TPU sudah disampaikan ke tingkat Provinsi bersama Anggota DPRD Candrow Manurung.

“Kita sudah bahas ini dan kita juga sudah sampaikan ke Provinsi. Kita rencanakan di belakang pembibitan yang ada di Sibisa, kurang lebih 20 hektare. Mudah-mudahan ini bisa direalisasikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Geopark Toba Berbenah untuk Status Hijau, Pemkab Siap Bertindak Meski Anggaran Ketat

Bupati menambahkan bahwa keberadaan TPU tidak hanya direncanakan di Sibisa, tetapi juga di Balige.

“Kalau di Balige, ini juga menjadi atensi kita. Jika dari pihak kehutanan tidak masalah, tinggal kita menyurati mereka,” katanya.

Selain membahas TPU, Tito Siahaan juga menyoroti kemacetan di Sopo Surung dan meminta perhatian dari pemerintah daerah.

“Kalau tidak salah, di sana ada aset Pemda. Jika memungkinkan, seharusnya kita buat sub terminal untuk menampung angkutan umum agar tidak terjadi kemacetan,” usulnya.

You cannot copy content of this page