Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Peneliti Menyebut Asteroid Bisa Meledak di Langit dan Luluhlantakkan Bumi

817
×

Peneliti Menyebut Asteroid Bisa Meledak di Langit dan Luluhlantakkan Bumi

Sebarkan artikel ini

LIVESUMUT.com | Luar angkasa memang indah, tapi juga penuh ancaman.Meski tampak tenang, Bumi sebenarnya terus-menerus dihujani oleh berbagai benda langit  dari debu kosmik hingga asteroid berukuran besar.

Bahkan, tanpa disadari, ada jenis tumbukan dari luar angkasa yang bisa menghancurkan bumi, tanpa meninggalkan kawah!

Fenomena ini dikenal sebagai ledakan udara (airburst).

Alih-alih menghantam langsung permukaan Bumi, beberapa asteroid justru meledak saat memasuki atmosfer, menghasilkan gelombang kejut dan panas yang cukup kuat untuk menyentuh daratan.

Dilansir dari Space, peristiwa seperti ini disebut sebagai ledakan udara “touchdown” dan menurut penelitian terbaru, ternyata lebih umum terjadi dibandingkan tumbukan besar yang membentuk kawah.

Baca Juga :  Dampak Teknologi AI terhadap Dunia Kerja di Masa Depan

“Dampak-dampak ini bukan seperti yang biasanya membentuk kawah raksasa,” ujar James Kennett, ilmuwan Bumi dan salah satu peneliti dalam studi tersebut.

“Justru mereka meledak di udara, tapi tetap memberikan efek menghancurkan bumi,” tambahnya

Karena ledakan udara terjadi jauh di atas permukaan tanah, bukti-bukti geologis yang bisa dipelajari sangat minim.

Maka, para ilmuwan mencoba membuat model komputer dari ledakan udara yang terjadi pada ketinggian rendah, sekitar 700 meter atau kurang dari permukaan Bumi.

Tim peneliti membandingkan data dengan berbagai peristiwa terdokumentasi seperti:

  • Ledakan Tunguska tahun 1908 di Siberia,
  • Ledakan Chelyabinsk tahun 2013 di Rusia,
  • Hingga uji coba bom nuklir Trinity tahun 1945 di New Mexico.
Baca Juga :  Indibiz Sekolah Hadir di Yayasan Darul Quran, Pembelajaran Makin Digital

Model ini memperlihatkan bahwa suhu dan tekanan tinggi dari ledakan udara bisa melelehkan logam dan mineral, bahkan meninggalkan retakan khas (metamorfisme kejut) pada batuan seperti kuarsa, tanpa harus membentuk kawah.

Menariknya, para peneliti menguji model ini pada sebuah situs arkeologi Zaman Perunggu di dekat Laut Mati, yaitu Tall el-Hammam.

Di sana ditemukan bukti berupa kaca leleh pada pecahan tembikar dan kuarsa yang terguncang, yang menunjukkan suhu dan tekanan ekstrem, jauh melebihi kemampuan manusia pada masa itu.

Baca Juga :  Telkom Sumut Perkuat Akses Digital SMK Raksana Medan Lewat Indibiz

Kesimpulannya? Kota kuno tersebut kemungkinan besar hancur akibat ledakan udara dari asteroid.

Beberapa ahli bahkan menduga bahwa Tall el-Hammam bisa jadi merupakan Sodom dan Gomora yang disebut dalam Kitab Kejadian.

“Kami berpendapat bahwa ledakan udara pendaratan kosmik adalah satu-satunya penjelasan yang masuk akal untuk kehancuran di Tall el-Hammam,” jelas Kennett.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Airbursts and Cratering Impacts, dan membuka mata kita bahwa ancaman dari langit tak selalu datang dalam bentuk kawah besar, bisa saja dalam bentuk ledakan mematikan yang hampir tak terlihat jejaknya.

You cannot copy content of this page