Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Jelang Mayday 2025, Ketua KSPSI AGN Sumut: Hak Pekerja Harus Dilindungi di Era Digital dan AI

794
×

Jelang Mayday 2025, Ketua KSPSI AGN Sumut: Hak Pekerja Harus Dilindungi di Era Digital dan AI

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025, suara perlindungan pekerja semakin nyaring disuarakan.

Ketua KSPSI AGN Sumatera Utara, Tengku Muhammad Yusuf, menekankan pentingnya melindungi hak-hak pekerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI).

Mengutip seruan dari Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC), Yusuf mengingatkan bahwa dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi besar-besaran yang juga membawa ancaman nyata bagi kesejahteraan buruh.

“Artificial Intelligence (AI) telah mengubah dunia kerja dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi, di balik janji inovasi tersebut, terdapat kenyataan yang lebih gelap, yakni manajemen algoritmik, pengawasan terus-menerus, target produktivitas yang mustahil,” ungkap Yusuf pada Selasa (29/4/2024).

Baca Juga :  Guangzhou WeTech Engineering Co Ltd Bakal Olah Sampah Siantar Jadi Energi Listrik

Ia menyebut kondisi ini bukan hanya merugikan, tetapi juga membahayakan.

“Teknologi digunakan bukan untuk meningkatkan kondisi kerja dan keselamatan, tetapi untuk mengeksploitasinya. Sangat membahayakan nyawa dan kesehatan para pekerja,” lanjutnya.

Data global menunjukkan, manajemen berbasis AI telah meningkatkan tekanan terhadap 427 juta pekerja di seluruh dunia.

Bahkan, 80 persen perusahaan besar telah menggunakan AI untuk memantau produktivitas individu secara intensif.

“Pekerja menghadapi kelelahan, cedera, dan stres yang tak tertahankan akibat pemantauan tanpa henti, target yang tidak realistis, dan tidak ada masukan tentang cara penggunaan teknologi. Penggunaan AI saat ini bukan sebagai alat untuk kemajuan, tetapi sebagai senjata melawan pekerja,” tegas Yusuf.

Baca Juga :  May Day 2025, PRABU Sumut akan Gelar Fun Day dan Aksi Damai Lintas Kota

Dari berbagai sektor mulai dari gudang, rumah sakit, hingga pengantar makanan mendapat tekanan akibat AI dirasakan secara luas.

Yusuf menekankan pentingnya keterlibatan pekerja dalam proses pengambilan keputusan terkait penggunaan teknologi.

“Penerapan teknologi baru harus menghormati norma-norma perubahan lain di tempat kerja, pekerja memiliki hak untuk diajak berkonsultasi dan diikutsertakan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pekerja dan serikat buruh harus memiliki ruang di meja perundingan agar teknologi benar-benar berpihak pada keselamatan, keadilan, dan martabat manusia.

Contoh nyata datang dari berbagai negara.

Baca Juga :  Next Sumatera 2025: Saatnya UMKM dan Kreator Digital Tumbuh Cerdas dengan AI

Di Filipina, seorang pengantar makanan berusia 19 tahun meninggal dunia karena tekanan algoritmik.

Di Turki, moderator konten TikTok dipecat setelah memprotes beban kerja tak manusiawi.

Di Amerika Serikat, perawat yang bekerja melalui platform digital menghadapi aplikasi shift berbasis AI yang melewati batas perlindungan pekerja.

Menutup pernyataannya, Yusuf mengingatkan kembali makna peringatan Hari Buruh Sedunia.

“Pada 28 April 2025 ini, kita mengenang mereka yang telah meninggal, dan kita akan terus berjuang untuk mereka yang masih hidup. Teknologi seharusnya bekerja untuk kita, bukan melawan kita,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page