Samosir, LIVESUMUT.com | Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Tanah Lapang Pangururan, Rabu (01/10/2025).
Dalam kesempatan ini, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda Kabupaten Samosir, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, Sekdakab Marudut Tua Sitinjak, para Staf Ahli Bupati, Asisten, pimpinan OPD se-Kabupaten Samosir, jajaran TNI/Polri, staf Pemkab Samosir, serta pelajar mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.
Tahun ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”.
Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi pemersatu bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Upacara ditandai dengan pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, yang diikuti seluruh peserta.
Ikrar berisi tekad untuk terus menjaga, mempertahankan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan persatuan, perjuangan, kebenaran, dan keadilan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pelaksanaan upacara ini juga dirangkai dengan penghormatan melalui pengibaran bendera.
Berdasarkan Surat Edaran Bupati Samosir Nomor 400.14.1.1/1676/Pem tanggal 24 September 2025, seluruh wilayah Kabupaten Samosir diwajibkan mengibarkan bendera setengah tiang pada 30 September 2025 pukul 06.00–18.00 WIB.
Sementara itu, pada 1 Oktober 2025, bendera dikibarkan satu tiang penuh sejak pukul 06.00–18.00 WIB.
Dalam amanatnya, Bupati Vandiko menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan kesatuan sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Mari kita perkuat identitas bangsa yang lebih solid, bersatu, dan berkarakter. Terapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kita jaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Vandiko.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober sebagai refleksi perjuangan bangsa dalam mempertahankan ideologi negara dari berbagai rongrongan, baik dari dalam negeri maupun pihak luar.
Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk tidak melupakan sejarah, sekaligus meneguhkan tekad menjaga keutuhan NKRI.
Upacara di Tanah Lapang Pangururan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Samosir bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, perekat persatuan, dan dasar pembangunan bangsa.













