Scroll untuk baca artikel
Daerah

Festival Ulos Taput 2025, Bupati Taput Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

379
×

Festival Ulos Taput 2025, Bupati Taput Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Tarutung, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Festival Ulos dan Fashion Taput 2025 dengan tema “Mewujudkan Tapanuli Utara Menjadi Sentra Ulos Nasional.”

Kegiatan ini dirangkai dengan perayaan Hari Ulos Nasional yang dipusatkan di Jalan Sisingamangaraja, depan Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung.

Festival dibuka langsung oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, didampingi Ketua Dekranasda Taput, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat.

Hadir pada kegiatan mantan Bupati Taput sekaligus Penasehat ASEPHI R.E. Nainggolan bersama istri, unsur Forkopimda, Rektor IAKN Tarutung Prof. Dr. Albiner Siagian, tokoh adat, para penenun, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.

Baca Juga :  Patar Luhut Panjaitan Sebut Pematangsiantar “Zona Merah Narkoba, Mendekati Hitam!”

Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menegaskan pentingnya menjadikan ulos bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat.

“Ulos bukan hanya simbol adat, tetapi juga sandang dan jati diri orang Batak. Melalui festival ini, kita dorong agar ulos gedogan, bukan mesin, menjadi kebanggaan dan kekuatan ekonomi lokal. Sekitar 6.500 orang petenun yang ada di Tapanuli Utara, ini menjadi potensi yang sangat luar biasa untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan bahwa Pemkab Taput tengah mengupayakan pembentukan koperasi ulos Taput untuk membantu para penenun memperoleh bahan baku dengan harga lebih terjangkau serta menjaga kestabilan harga jual ulos.

Baca Juga :  Capping Day Institut Teknologi dan Kesehatan Ika Bina, Plt Bupati Labuhanbatu: Langkah Menuju Profesionalisme

“Kita ingin sistem yang berpihak kepada penenun. Koperasi ini akan membantu agar nilai ekonomi ulos berdampak langsung kepada keluarga penenun. Kita juga akan melaksanakan ‘Hari Kamis Hari Berbudaya’ di mana siswa dan ASN akan mengenakan pakaian dengan kreasi ulos, khususnya ulos gedogan, sehingga menjadi penggerak internal,” tambahnya.

Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba tenun sadum sirat, styling ulos, fashion show, talkshow budaya, lomba mewarnai, hingga hall of inspiration yang menampilkan sejarah dan filosofi ulos.

Pada malam puncak, acara dimeriahkan oleh penampilan artis Tongam Sirait yang turut menghibur masyarakat dan menambah semarak perayaan Hari Ulos Nasional di Taput.

Baca Juga :  Paripurna DPRD, Bupati Toba Paparkan Visi Toba Mantap 2029: Berikut Pidatonya!

Ketua Dekranasda Taput, Ny. Neny Angelina Boru Purba, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar festival ini menjadi agenda tahunan.

“Kabupaten Tapanuli Utara memiliki lebih dari 6.500 penenun. Melalui festival ini, kita ingin mengangkat mereka, mengubah air mata penenun menjadi mata air kebahagiaan bagi Taput,” ujarnya.

Festival ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Bank Sumut Cabang Tarutung, serta Dame Ulos dan Simata Creative.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, akademisi, penenun, desainer, dan pelaku UMKM dalam mengembangkan inovasi wastra berbasis budaya lokal.

You cannot copy content of this page