Balige, LIVESUMUT.com – Bank Sampah Induk Indah Asri dan Serasi (IAS) Toba bersama berbagai lembaga menggelar aksi bersih-bersih desa di Desa Sianipar Sihailhail, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Kamis (22/5).
Hampir seratusan relawan turun langsung ke lapangan, menyisir dan membersihkan sampah sepanjang jalur Jl. By Pass Simpang Perkantoran Simanjalo hingga Desa Sianipar, lalu ke Jl. Tandang Buhit, Kelurahan Pardede Onan, dan berakhir di depan Puskesmas Tandang Buhit.
Sampah yang dikumpulkan dipilah sesuai jenisnya: organik, plastik, dan logam.
Aksi ini mendapat apresiasi dari Pemkab Toba. Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, hadir langsung memberi semangat kepada para relawan.
“Sampah menjadi permasalahan. Kemarin F1H2O beralih dari Toba ke Samosir, penyebabnya adalah sampah. Itu bukan hanya persoalan kita, tetapi hampir semua daerah punya masalah yang sama soal sampah,” ujar Murphy.
Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian para relawan.
“Jadi terima kasih kepada para relawan, minimal kita tidak menjadi sumber sampah. Jika kita tidak membuang sampah sembarangan, artinya kita tidak lagi menjadi beban masalah sampah,” tambahnya.
Parlin Sianipar, pendiri Bank Sampah IAS Toba, mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada tahun 2020, bank sampah ini telah berhasil mendaur ulang total 254 ton sampah.
“Sejak dibangun daur ulang sampah Toba tahun 2020, di tahun pertama itu kita sudah daur ulang sampah sebanyak 29,5 ton. Tahun 2021 hampir 30 ton, tahun 2022 hampir 44 ton, tahun 2023 hampir 82 ton, dan tahun 2024 hampir 69 ton. Total 254 ton,” jelasnya.
“Seandainya ini masuk ke Danau Toba, mungkin sebagian Danau Toba sudah tertutup. Jadi terima kasih kepada masyarakat yang sudah semakin sadar untuk hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan,” sambungnya.
Selain menjaga kebersihan, Parlin menambahkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber ekonomi.
“Selain menjaga kebersihan, sampah ini juga jadi sumber pendapatan karena sampah ini kita beli meski harganya tidak seberapa,” tuturnya.
Aksi bersih desa ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi masyarakat dan lembaga dapat membawa dampak besar bagi pelestarian lingkungan Danau Toba, ikon alam kebanggaan Indonesia.













