Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bupati Taput Resmikan Dapur SPPG Muara Mandiri di Desa Silalitoruan

291
×

Bupati Taput Resmikan Dapur SPPG Muara Mandiri di Desa Silalitoruan

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: JTP hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat di Desa Silalitoruan.

Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muara Mandiri di Desa Silalitoruan, Kecamatan Muara, Rabu (4/3/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang difokuskan pada peningkatan kualitas gizi anak dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Bupati yang akrab disapa JTP itu hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat dan dihadiri unsur Forkopimda, Forkopimca, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak semata-mata berbicara soal porsi makanan, melainkan memastikan kecukupan kandungan gizi bagi anak-anak sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Pasokan BBM Menurun, Pemerintah Taput Terapkan Pengendalian Khusus

“Indikator utama program ini adalah pemenuhan kebutuhan gizi, bukan semata-mata porsi makanan. Tujuannya agar anak-anak kita tidak mengalami kekurangan gizi, sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas 2045,” ujar Bupati.

Menurutnya, kehadiran dapur SPPG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan generasi muda, tetapi juga menciptakan efek domino bagi perekonomian daerah melalui perputaran bahan baku dan keterlibatan petani lokal.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berencana membangun sentra pertanian modern di Siborongborong. Sentra ini diproyeksikan menjadi pusat suplai bahan baku untuk kebutuhan MBG sekaligus mendorong kemandirian pangan daerah.

Sinergi lintas sektor pun terus diperkuat, termasuk antara SPPG dengan Perseroda Pertanian, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memastikan ketersediaan bahan baku dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Terowongan Sungai Tersumbat, Warga Simajambu Minta Pemerintah Taput Turun Tangan

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tapanuli Utara, Syah Menan Lubis, mengungkapkan bahwa saat ini telah beroperasi 37 dapur SPPG di wilayah tersebut. Perputaran ekonomi dari kebutuhan bahan baku diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar per hari.

Angka tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam rantai pasok pangan. Warga didorong menanam komoditas pendukung menu SPPG agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Khusus di Kecamatan Muara, jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang. Untuk mengoptimalkan layanan, dibutuhkan dua dapur SPPG. Pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan dapur di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), terutama di kawasan Sibandang.

Baca Juga :  Masa Transisi Pascabencana, Pemkab Taput Pastikan Warga Parmonangan Tetap Terlayani

Tokoh masyarakat setempat, Op. Modesty Siregar, menyampaikan apresiasi atas hadirnya SPPG di Kecamatan Muara.

“Kami sangat senang dan bangga atas hadirnya SPPG di Kecamatan Muara. Kami menilai bahwa program ini sangat menunjang kehidupan masyarakat, dan kami siap mendukung setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara,” ujar Op. Modesty Siregar.

Pembangunan SPPG Muara Mandiri merupakan hasil kolaborasi Yayasan Jaringan Tapanuli Peduli Bona Pasogit bersama Badan Gizi Nasional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi model penguatan layanan gizi berbasis komunitas sekaligus penggerak ekonomi lokal di Tapanuli Utara.

You cannot copy content of this page