Tarutung, LIVESUMUT.com – Komitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat meresmikan tiga fasilitas strategis di RSUD Tarutung, Kamis (30/04), sebagai langkah konkret menghadirkan pelayanan medis yang lebih modern, cepat, dan akurat.
Tiga fasilitas yang diresmikan meliputi Gedung MRI (Magnetic Resonance Imaging), Gedung Poli Jantung dan Poli Penyakit Dalam, serta Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Peresmian dipusatkan di Lapangan RSUD Tarutung dan turut dihadiri Wakil Bupati Deni Lumbantoruan, jajaran OPD, serta unsur terkait lainnya.
Plt. Direktur RSUD Tarutung dr. Bobby Simanjuntak, MKM, menyatakan transformasi ini menjawab meningkatnya kasus penyakit tidak menular di Tapanuli Raya.
“Dulu kalau butuh MRI dan dokter jantung jawabannya rujuk. Mulai hari ini, kita hapus kata rujuk dari kamus kesehatan Tapanuli Utara. Gedung boleh megah, tapi hati yang melayani harus lebih megah,” tegas Bobby.
Ia mengumumkan percepatan pembangunan Catheterization Laboratory atau Cath Lab pertama di Tapanuli Raya. “Program kita ke depan, RSUD Tarutung bisa melayani pemasangan ring jantung sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke luar daerah,” ungkapnya. Kehadiran Cath Lab menjadi penentu nyawa pada periode emas serangan jantung.
Untuk mengurai antrean yang selama ini menumpuk di pendaftaran, Poliklinik Jantung dan Penyakit Dalam dibuka di gedung eks Kesbang. “Pengembangan poli ini merupakan inisiatif Bupati guna menjawab tingginya kunjungan pasien. Ke depan, pasien dapat langsung menuju poli jantung tanpa harus melalui antrean panjang,” jelas Bobby.
Pembangunan MRI mendapat dukungan pihak ketiga. Unit Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi dibangun agar tenaga medis terkoneksi dengan program Kementerian Kesehatan dan menjadi kawah candradimuka SDM Tapanuli Raya. Bobby mengapresiasi masukan strategis Ibu Neny Angelina Purba dalam pembangunan pusat pengembangan kompetensi.
Bupati Tapanuli Utara Jonuis Taripar Parsaoran Hutabarat dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini bukan sekadar penambahan infrastruktur, melainkan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas.
“Pemeriksaan yang akurat adalah kunci kesembuhan pasien. Karena itu, kita terus meningkatkan kualitas laboratorium dan menghadirkan alat MRI yang lebih canggih untuk menunjang diagnosis yang komprehensif,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan teknologi kesehatan harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas tenaga medis. Kehadiran Unit Pelatihan dan Pengembangan SDM menjadi langkah strategis untuk memastikan dokter, perawat, hingga tenaga laboratorium terus berkembang dan adaptif terhadap kemajuan zaman.
“Peralatan canggih harus dibarengi SDM yang mumpuni. Semua tenaga medis wajib dilatih secara berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Taput juga terus memperkuat layanan hemodialisis (cuci darah). Saat ini, pasien yang berobat di RSUD Tarutung tidak hanya berasal dari Tapanuli Utara, tetapi juga dari daerah sekitar menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan rumah sakit ini.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas oleh Bupati dan rombongan. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah masukan turut diberikan untuk meningkatkan kenyamanan pasien.
Dengan hadirnya fasilitas baru ini, RSUD Tarutung diharapkan semakin kokoh sebagai pusat rujukan kesehatan regional yang unggul, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.













