Scroll untuk baca artikel
HealthTNI/Polri

Program KASAD, 30 Sumur Bor Dibangun di Samosir

11
×

Program KASAD, 30 Sumur Bor Dibangun di Samosir

Sebarkan artikel ini
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Dandim 0210/TU Ronald Tampubolon saat melakukan launching program KASAD pembangunan 30 sumur bor melalui Karya Bhakti TNI di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Pangururan, disaksikan Forkopimda dan masyarakat.

Samosir, LIVESUMUT.com — Program Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melalui Karya Bhakti TNI resmi digulirkan di Kabupaten Samosir dengan pembangunan 30 sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Pangururan, Selasa (28/4/2026), ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom. Suasana penuh harapan tampak menyelimuti warga yang selama ini kerap menghadapi kesulitan air bersih di kawasan perbukitan.

Kegiatan launching turut dihadiri Dandim 0210/TU Ronald Tampubolon, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat. Dari total 50 titik bantuan di wilayah Kodim 0210/TU, sebanyak 30 titik dialokasikan untuk Kabupaten Samosir.

Seluruh proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan. Bagi masyarakat, kehadiran sumur bor ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi atas kebutuhan dasar yang telah lama dinantikan.

Baca Juga :  Kodim 0207 Temukan Ganja 47 Kg di Belakang USI, Serahkan ke Satnarkoba Polres Pematangsiantar

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan solusi nyata melalui kolaborasi lintas sektor di tengah keterbatasan anggaran.

“Kami ingin seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Jika kemampuan anggaran terbatas, maka sinergi menjadi jalan keluar. Yang terpenting, masyarakat merasakan manfaat pembangunan,” ujar Vandiko.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci percepatan pembangunan di Samosir. Pemerintah daerah aktif membangun sinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, TNI, BUMN, hingga berbagai lembaga lainnya.

Sebelumnya, Pemkab Samosir telah membangun sarana pompa air di Kecamatan Onan Runggu melalui dukungan pemerintah provinsi. Tahun ini, empat titik tambahan juga direncanakan melalui APBD, bantuan Pemprov Sumatera Utara, serta dukungan Kedutaan Inggris.

Baca Juga :  Tim Macan Polres Belawan Gelar Patroli Malam, Periksa Pemuda untuk Cegah Kriminalitas

“Dengan tambahan 30 sumur bor dari KASAD, maka total 34 titik sumber air baru akan hadir untuk masyarakat,” tegas Vandiko.

Bupati Samosir juga menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil dari berbagai upaya dan komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian KASAD TNI yang telah membawa program TNI Manunggal Air ke Samosir. Kami bersyukur di tahun 2026 ini, di bawah komando Bapak Maruli Simanjuntak, program ini bisa kembali hadir untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Bupati Samosir.

Sementara itu, Dandim 0210/TU Ronald Tampubolon menyebut program ini sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih.

Baca Juga :  Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan, Simak Jadwal dan Rinciannya

“Ini adalah bukti sinergi TNI bersama pemerintah daerah untuk menjawab kesulitan masyarakat. Kami optimistis seluruh titik dapat selesai tepat waktu dalam dua bulan ke depan,” kata Ronald.

Penyediaan air bersih menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program KASAD dengan pembangunan 30 sumur bor di Samosir ini menegaskan bahwa pembangunan yang efektif adalah yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat.

Warga Desa Pardomuan Nauli menyambut baik program tersebut. Mereka berharap sumur bor yang dibangun dapat mengalirkan air hingga ke permukiman dan menjadi solusi jangka panjang.

“Selama ini air sangat susah. Terima kasih atas program Bapak KASAD, kami sangat membutuhkan kantong-kantong air,” ujar Pangondian Simarmata.

You cannot copy content of this page