Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pemilik Warung Tuak di Tarutung Meninggal Usai Ditikam Tetangga, Keluarga Desak Polisi Percepat Penanganan

41
×

Pemilik Warung Tuak di Tarutung Meninggal Usai Ditikam Tetangga, Keluarga Desak Polisi Percepat Penanganan

Sebarkan artikel ini
Oplus_0

Tarutung, LIVESUMUT.com – Kasus penganiayaan yang berujung maut menggemparkan warga Aek Ristop, Kelurahan Hutatoruan VII, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Seorang pemilik warung tuak bernama Anggiat Tobing (61)  dilaporkan meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan akibat luka tusuk yang dilakukan tetangganya sendiri, AS (54).

Korban sempat dirawat secara intensif pasca kejadian dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 4 Juni 2026. Jenazah korban telah dikebumikan oleh pihak keluarga.

Berdasarkan keterangan saksi Dedy Saut Martulus Pasaribu kepada media, peristiwa tragis tersebut bermula pada Jumat malam, 29 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, saksi yang sedang bernyanyi di warung tuak milik korban melihat pelaku AS beberapa kali berjalan bolak-balik di sekitar lokasi.

Menurut saksi, musik yang sedang diputar di warung tiba-tiba berhenti setelah dimatikan oleh salah seorang pengunjung. Ketika korban mempertanyakan alasan musik dihentikan, pengunjung tersebut menjawab bahwa ada pihak yang merasa keberatan dengan suara musik tersebut.

Baca Juga :  Dugaan Penahanan Ilegal Irfan Batubara di Polsek Medan Tembung, Istri Menangis: "4 Anak Masih Kecil"

Tidak lama kemudian, saksi bersama sejumlah pengunjung mendengar teriakan minta tolong dari arah lokasi kejadian. Mereka bergegas mendatangi sumber suara dan mendapati korban serta pelaku telah terlibat perkelahian dan saling memukul.

“Saat melerai, saya merasakan ada cairan yang keluar dari tubuh korban. Setelah saya lihat, ternyata darah,” ungkap saksi.

Saksi kemudian menanyakan kepada pelaku apakah membawa pisau. Meski pelaku membantah, saksi mengaku sempat melihat benda tajam tersebut dan menduga pelaku berusaha menyimpannya ke dalam rumah.

Ketegangan kembali memuncak ketika korban mendatangi pelaku sambil mempertanyakan apakah dirinya telah ditikam. Adu jotos kembali terjadi. Dalam situasi itu, menurut saksi, istri dan anak pelaku keluar rumah dan ikut memukul korban menggunakan sapu berkali-kali.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Sumut Desak Hukuman Berat bagi ESS dalam Kasus Kerusuhan PLTA Batang Toru

Melihat kondisi korban yang terus mengeluarkan darah, saksi bersama warga lainnya langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sementara itu, istri korban yang mengetahui keributan tersebut hanya bisa histeris saat melihat suaminya telah bersimbah darah.

Keluarga korban kini mendesak aparat kepolisian agar mempercepat proses penanganan hukum terhadap para pelaku.

“Kita minta Polres Taput segera memproses pelaku, dan dihukum maksimal karena sudah menghilangkan nyawa suami saya,” ucap istri korban Melpa Situmeang yang didampingi keluarga korban, Senin (08/06/).

Polisi: Bermula dari Teguran Soal Musik Keras

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak melalui Kasi Humas Polres Taput, Walpon Baringbing, membenarkan laporan tersebut.

Baringbing menjelaskan, menurut hasil pemeriksaan polisi, peristiwa bermula ketika pelaku merasa terganggu oleh suara musik dan aktivitas bernyanyi di warung tuak korban hingga larut malam. Karena rumah pelaku berdekatan dengan warung korban, pelaku mendatangi lokasi untuk menegur agar volume musik diperkecil.

Baca Juga :  Polres Taput Tangkap Penjual Togel, Bandar Masih Diburu

Namun setelah mengetahui musik dimatikan atas keberatan tetangga, korban diduga tersinggung dan mendatangi rumah pelaku. Cekcok pun terjadi hingga berujung perkelahian.

Polisi menyebut saat kejadian pelaku sedang mengiris bawang menggunakan pisau dapur. Ketika korban mendatangi rumah pelaku dan terjadi kontak fisik, situasi semakin memanas. Pelaku kemudian menusukkan pisau yang dipegangnya ke dada korban sebanyak empat kali.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Tarutung sebelum akhirnya dirujuk ke Medan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan.

“Setelah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas kepolisian mengamankan pelaku yang mengakui perbuatannya. Saat ini tersangka telah ditahan dan proses penyidikan masih terus berlangsung,” ucapnya.

You cannot copy content of this page