Pematangsiantar, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai menghidupkan kembali Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman, produktif, dan memiliki nilai edukasi bagi masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama organisasi kepemudaan Pemuda Perintis (PP) 59 Kota Pematangsiantar serta sejumlah elemen masyarakat dalam aksi nyata peduli lingkungan yang digelar di kawasan taman, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, Arri S. Sembiring, SSTP, MSi, Ketua Pemuda Perintis 59 Kota Pematangsiantar Andre Simbolon, Sekretaris Jenderal PP 59 Dhani Muliawan Hasibuan, S.Hut, serta melibatkan SMA Negeri 2 Pematangsiantar, SMA Negeri 4 Pematangsiantar, PP 59 PAC Kecamatan Siantar, Pimpinan Cabang F-SPTSI-KSPSI Kota Pematangsiantar, Dewan Harian Cabang Kebudayaan Juang 45, dan berbagai komunitas lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar mengatakan, Taman Kehati memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan taman tersebut belum dimaksimalkan secara optimal sehingga membutuhkan sentuhan bersama dari berbagai pihak.
“Kami melihat ada potensi yang luar biasa di Taman Kehati ini. Ke depan, kami ingin berkolaborasi agar taman ini bisa senyatanya dinikmati oleh masyarakat secara umum,” ujar Arri S. Sembiring saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi Taman Kehati tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, perguruan tinggi, sekolah, hingga kelompok pecinta alam menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga dan merawat lingkungan.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Pemuda Perintis 59. Di lokasi kegiatan, Ketua PAC PP 59 Kecamatan Siantar yang mewakili DPC Kota Pematangsiantar dan DPC Simalungun, Gading Siregar, SE, menegaskan pentingnya momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Kita mau memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Lingkungan hidup sedunia tahun 72 itu digagas dari organisasi PBB untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai alarm bel kita, bahwa kita harus mencintai lingkungan kita, membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini dikolaborasikan beberapa ormas, salah satunya Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) Kota Pematangsiantar, dengan jajarannya, dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, yang diketuai Pak Ari. Jadi teman-teman, agar kegiatan lingkungan hidup ini diketahui banyak orang, maka kita bisa menyampaikan di media sosial kita, bahwa di sini banyak spot,” ujarnya.
Arri S. Sembiring menjelaskan, keterlibatan PP 59 dalam program revitalisasi Taman Kehati bukan tanpa alasan. Organisasi tersebut dinilai memiliki visi yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong gerakan sosial berbasis kepedulian lingkungan dan kemanfaatan bagi masyarakat luas.
“Kami memiliki kesamaan visi. Gambaran besar visi saya ke depan ternyata sejalan dengan wujud pergerakan PP 59. Sebagai pionir organisasi masyarakat, mereka fokus pada kebermanfaatan bagi banyak orang, salah satunya dimulai dari menjaga lingkungan hidup,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PP 59 Kota Pematangsiantar, Andre Simbolon, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan dan pelestarian lingkungan di Kota Pematangsiantar.
“Kami dari Pemuda Printis 59 siap untuk terus melanjutkan dan berkesinambungan melakukan aksi nyata di jalanan untuk Kota Pematangsiantar,” tegasnya.
Revitalisasi Taman Kehati tidak hanya berfokus pada penghijauan dan pembersihan kawasan sungai di sekitar taman. Pemerintah Kota Pematangsiantar juga telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan fasilitas penunjang guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik kawasan tersebut.
Dinas Lingkungan Hidup akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk pemasangan lampu penerangan jalan di sekitar taman. Selain itu, sejumlah fasilitas dasar seperti perbaikan kamar mandi, penyediaan sumur bor, hingga pembangunan mushola juga menjadi bagian dari rencana pengembangan.
Ke depan, Taman Kehati diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat yang multifungsi. Kawasan ini dirancang dapat dimanfaatkan sebagai area perkemahan bagi Pramuka, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), maupun kegiatan kaderisasi organisasi. Selain itu, taman juga akan menjadi ruang terbuka bagi kegiatan olahraga, pentas seni, senam lansia, dan aktivitas edukatif sekolah.
Tidak hanya itu, Taman Kehati juga diproyeksikan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemasaran produk-produk ramah lingkungan, mulai dari kerajinan berbahan anorganik hingga hasil pertanian organik.
Potensi wisata berbasis alam juga mulai dilirik. Dengan adanya aliran sungai di sekitar kawasan, pemerintah melihat peluang pengembangan olahraga air dan wisata petualangan seperti arung jeram (rafting) yang dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.







