Scroll untuk baca artikel
Daerah

Lindungi Harangan Tapanuli dan Orangutan Tapanuli, Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan Konservasi Nasional

48
×

Lindungi Harangan Tapanuli dan Orangutan Tapanuli, Pemkab Taput Gandeng Dua Yayasan Konservasi Nasional

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati dengan menjalin sinergi strategis bersama dua lembaga konservasi, yakni Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (Tahukah) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, M.Si., Direktur Eksekutif Yayasan Tahukah Erwin Alamsyah Siregar, serta Direktur Eksekutif YOSL-OIC Syafrizaldi.

Penandatanganan kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem Harangan Tapanuli sekaligus melindungi habitat Orangutan Tapanuli yang merupakan satwa endemik langka dan menjadi kebanggaan Sumatera Utara.

Baca Juga :  Kemenham Siap Sosialisasikan Penguatan Perancang Peraturan Berperspektif HAM di Toba

Dua ruang lingkup kerja sama disepakati dalam MoU tersebut. Pertama, kerja sama dengan Yayasan Tahukah terkait penguatan daya dukung berbasis kehutanan dan lingkungan guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, kerja sama dengan YOSL-OIC yang berfokus pada perlindungan Orangutan Tapanuli dan ekosistemnya melalui berbagai program konservasi berkelanjutan di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Tujuan utama kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konservasi dan kelestarian lingkungan menjadi batasan yang harus dipatuhi agar pembangunan tidak menimbulkan kerusakan ekosistem yang dapat memicu bencana seperti banjir maupun kekeringan,” ujarnya.

Baca Juga :  SPPG ‘Marsiurupan’ Resmi Beroperasi, Bupati Taput Tekankan Gizi Berkualitas dan Ekonomi Lokal

Deni juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan paradigma lama yang menganggap organisasi non-pemerintah (NGO) sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Menurutnya, kemitraan yang terjalin harus mampu melahirkan inovasi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Salah satu gagasan yang didorong Pemkab Taput adalah pengembangan kawasan Masyarakat Hukum Adat (MHA) menjadi pusat penelitian dan kawasan wisata konservasi yang mudah diakses. Potensi tersebut dinilai sangat menjanjikan karena lokasinya relatif dekat dengan Bandara Internasional Silangit.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga mendorong penguatan edukasi lingkungan sejak usia dini melalui kampanye Orangutan Tapanuli di sekolah-sekolah. Program edukasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui media interaktif, buku pembelajaran, hingga suvenir bertema satwa endemik khas Tapanuli.

Sebagai bentuk keseriusan menjaga identitas kawasan konservasi, Pemkab Taput bahkan merencanakan pembangunan ikon atau patung replika besar Orangutan Tapanuli di lokasi strategis sebagai simbol pelestarian ekosistem Harangan Tapanuli.

Baca Juga :  Bupati Taput Terima Bantuan Dari H. Musa Rajekshah untuk Warga Pascabencana

Implementasi kerja sama ini akan difokuskan pada sejumlah wilayah yang memiliki nilai penting bagi konservasi, di antaranya Kecamatan Simangumban meliputi Desa Lobu Sihim, Desa Dolok Saut, dan Desa Dolok Sanggul; Kecamatan Pahae Julu di Desa Pantis; Kecamatan Sipoholon di Desa Rura Julu Toruan dan Desa Rura Julu Dolok; serta Kecamatan Parmonangan di Desa Pertengahan dan Desa Hutajulu Parbalik.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap pembangunan yang berkelanjutan dapat terwujud tanpa mengorbankan kelestarian alam, sekaligus menjadikan Harangan Tapanuli sebagai kawasan konservasi yang bernilai ekologis, edukatif, dan ekonomis bagi generasi mendatang.

You cannot copy content of this page